Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Layanan Cloud Azure Kembali Normal Setelah Gangguan Global, Microsoft Ungkap Penyebabnya

Richard Lawongan • Kamis, 30 Oktober 2025 | 12:46 WIB

Microsoft
Microsoft

MANADOPOST.ID – Microsoft akhirnya berhasil memulihkan layanan cloud mereka, Azure, setelah sempat mengalami gangguan yang berdampak luas ke berbagai wilayah di dunia.

Gangguan ini sempat membuat sejumlah pengguna kesulitan mengakses aplikasi dan layanan yang bergantung pada infrastruktur Azure.

Dilansir dari Reuters, Microsoft menyebut bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh masalah dalam sistem jaringan internal mereka.

Menurut laporan awal, gangguan mulai terjadi pada pagi hari waktu AS dan berlangsung selama beberapa jam sebelum layanan sepenuhnya dipulihkan.

Azure merupakan layanan cloud computing milik Microsoft yang digunakan oleh jutaan bisnis dan organisasi di seluruh dunia.

Dalam sistem cloud computing, data dan aplikasi disimpan di server jarak jauh yang bisa diakses kapan saja lewat internet.

Hal ini membuat banyak perusahaan mengandalkan Azure untuk kebutuhan seperti penyimpanan data, kecerdasan buatan, hingga pengelolaan aplikasi bisnis.

Baca Juga: Nothing Ear 3 Resmi Mendarat di Indonesia, Bawa Desain Transparan dan Fitur Premium

Microsoft mengonfirmasi bahwa gangguan ini berdampak pada beberapa layanan utama termasuk Azure Virtual Machines, Azure Storage, dan Azure AI Services.

Beberapa pengguna melaporkan mereka tidak bisa masuk ke portal Azure atau mengalami keterlambatan saat mengakses data.

Di media sosial, pengguna dari Eropa, Asia, hingga Amerika Latin mengeluhkan hal serupa dengan tagar #AzureDown sempat menjadi trending.

Tim teknis Microsoft langsung melakukan investigasi untuk mencari sumber masalah dan menstabilkan jaringan mereka.

Setelah beberapa jam, Microsoft mengumumkan bahwa semua sistem telah kembali berfungsi normal dan sedang diawasi agar tidak terjadi lagi gangguan serupa.

Menurut Microsoft, penyebab utama gangguan berasal dari pembaruan konfigurasi yang tidak berjalan sesuai rencana.

Pembaruan tersebut semula ditujukan untuk meningkatkan performa jaringan, namun justru memicu ketidaksesuaian di sejumlah server global.

Sebagai langkah pencegahan, Microsoft menyatakan akan memperketat proses uji coba sebelum pembaruan sistem diluncurkan ke seluruh wilayah.

Azure sendiri merupakan salah satu layanan terbesar di dunia setelah Amazon Web Services (AWS) dan Google Cloud Platform (GCP).

Banyak perusahaan besar seperti Samsung, Adobe, dan LinkedIn diketahui menggunakan Azure untuk mendukung operasional digital mereka.

Gangguan pada Azure menunjukkan betapa pentingnya peran layanan cloud dalam ekosistem teknologi modern.

Dalam era digital saat ini, banyak aktivitas seperti transaksi online, penyimpanan foto, hingga layanan game bergantung pada infrastruktur cloud.

Microsoft menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen menjaga keandalan dan keamanan Azure sebagai tulang punggung banyak bisnis global. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#MicrosoftAzure #Teknologi #CloudComputing #CyberSecurity #AzureDown