Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

New York Buka Institut Teknologi Raksasa, Siap Jadi Pusat Otak Dunia Chip dan AI!

ALengkong • Jumat, 31 Oktober 2025 | 07:23 WIB

Gubernur New York City, Kathy Hochul
Gubernur New York City, Kathy Hochul

MANADOPOST.id – Pemerintah Negara Bagian New York bersama State University of New York (SUNY) resmi meluncurkan Technology Innovation Institute (TII) pada 30 Oktober 2025.

Institut ini dirancang untuk memperkuat posisi New York sebagai pusat riset teknologi canggih, terutama di bidang semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), dan manufaktur berteknologi tinggi.

Menurut siaran pers resmi SUNY, TII akan menjadi wadah kolaborasi antara universitas, lembaga riset, dan industri teknologi global.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya besar pemerintah AS untuk memperkuat rantai pasok chip setelah krisis semikonduktor dunia beberapa tahun terakhir.

Dilansir dari situs SUNY News, TII akan berlokasi di kawasan Albany NanoTech Complex, pusat riset semikonduktor terbesar di Amerika Utara.

Gubernur New York, Kathy Hochul, mengatakan bahwa TII akan membuka ribuan lapangan kerja baru dan mempercepat inovasi industri teknologi.

Baca Juga: Grammarly Resmi Ganti Nama Jadi Superhuman, Hadirkan Platform AI All-in-One

TII juga akan menyediakan fasilitas pelatihan untuk pelajar dan pekerja muda agar siap bersaing di bidang chip, AI, dan robotika.

Program ini dirancang agar mahasiswa bisa belajar langsung dari para ilmuwan dan insinyur industri ternama.

Menurut Hochul, New York ingin menjadi “jantung teknologi Amerika”, bukan hanya sebagai pengguna, tetapi juga pencipta inovasi.

Dalam acara peluncuran, perwakilan dari NY Creates, lembaga yang menangani riset teknologi di negara bagian itu, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pendidikan dan industri.

Mereka menilai bahwa tanpa dukungan pelatihan dan riset bersama, Amerika akan tertinggal dalam kompetisi global chip melawan Asia.

Beberapa perusahaan besar seperti IBM, GlobalFoundries, dan Applied Materials disebut sudah bergabung dalam kemitraan dengan TII.

TII juga akan meneliti material semikonduktor generasi baru, seperti GaN (Gallium Nitride) dan SiC (Silicon Carbide) yang lebih efisien dibanding silikon biasa.

Para peneliti berharap pengembangan chip berbasis material ini bisa membuat perangkat elektronik lebih hemat energi dan tahan panas.

Selain semikonduktor, TII juga memiliki fokus pada kecerdasan buatan, terutama penerapan AI untuk otomasi pabrik dan analisis data industri.

SUNY menyebut bahwa riset AI akan digabungkan dengan teknologi produksi nyata agar bisa langsung diterapkan di pabrik.

Proyek ini juga diharapkan dapat memperkuat jaringan penelitian nasional AS yang terhubung dengan universitas seperti MIT dan Stanford.

Dengan dukungan dana negara bagian dan federal, TII diprediksi menjadi salah satu pusat inovasi paling canggih di dunia dalam lima tahun ke depan.

Langkah ini dianggap sebagai simbol kebangkitan industri teknologi Amerika di tengah dominasi Asia dalam produksi chip.

Banyak pihak menyambut optimis peluncuran TII sebagai era baru bagi riset teknologi dan pendidikan tinggi di Amerika Serikat.

(J)

Editor : ALengkong
#NYCreates #SUNY #Teknologi #Semikonduktor #inovasi