MANADOPOST.ID – Raksasa teknologi Nvidia kembali membuat gebrakan besar di dunia kecerdasan buatan dengan rencana membangun pabrik AI di Korea Selatan.
Pabrik ini akan dilengkapi dengan lebih dari 260 ribu unit GPU canggih untuk mendukung pengembangan teknologi AI masa depan.
Dilansir dari The Korea Herald, proyek ini merupakan hasil kerja sama antara Nvidia dan beberapa perusahaan teknologi besar asal Korea Selatan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Nvidia untuk memperluas ekosistem AI secara global dan memperkuat posisinya di pasar Asia.
Pembangunan pabrik AI tersebut dikabarkan akan dimulai pada tahun 2026 di kawasan Pangyo Techno Valley, wilayah yang dikenal sebagai “Silicon Valley”-nya Korea.
Pangyo sendiri menjadi pusat bagi perusahaan teknologi besar seperti Kakao, Naver, dan SK Telecom.
Menurut Yonhap News Agency, fasilitas baru ini akan menjadi pusat riset dan pengembangan AI terbesar di Asia Timur.
Baca Juga: Ledakan Investasi Global, Data Center Dunia Capai Nilai US$3 Triliun
Nvidia akan mengerahkan GPU generasi terbaru yang diklaim mampu mempercepat pemrosesan data hingga 5 kali lebih cepat dari model sebelumnya.
GPU atau Graphics Processing Unit adalah chip yang berfungsi untuk mempercepat perhitungan data kompleks, terutama dalam pelatihan model AI.
Dengan jumlah GPU sebanyak itu, pabrik ini diperkirakan mampu mengolah data dalam skala petabyte setiap harinya.
Selain itu, Nvidia juga akan bekerja sama dengan Samsung Electronics untuk penyediaan komponen semikonduktor berperforma tinggi.
Kolaborasi ini dianggap sebagai langkah strategis dalam memperkuat rantai pasokan chip global.
Presiden Nvidia Jensen Huang mengatakan bahwa kehadiran pabrik AI ini akan membantu mempercepat revolusi digital di Asia.
Menurut Huang, Korea Selatan memiliki infrastruktur digital yang kuat dan sumber daya manusia yang unggul di bidang teknologi.
Ia juga menambahkan bahwa Nvidia berkomitmen untuk mendorong inovasi AI yang ramah lingkungan dan hemat energi.
Pabrik baru ini akan menggunakan sistem pendingin ramah lingkungan dan sumber daya energi terbarukan untuk operasionalnya.
Selain riset AI, fasilitas ini juga akan digunakan untuk pengembangan robotika, analisis data besar (big data), dan teknologi mobil otonom.
Nvidia berharap, kehadiran pabrik tersebut akan menarik lebih banyak perusahaan rintisan (startup) AI untuk berkolaborasi.
Dilansir dari Reuters, nilai investasi yang disiapkan untuk proyek ini mencapai lebih dari 5 miliar dolar AS.
Proyek besar ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah Korea Selatan yang ingin memperkuat posisi negara itu dalam industri AI global.
Kementerian Sains dan Teknologi Korea menyebut bahwa proyek ini akan membuka ribuan lapangan kerja baru di bidang teknologi.
Selain itu, pabrik ini akan menjadi simbol kemitraan kuat antara Amerika Serikat dan Korea Selatan dalam pengembangan teknologi masa depan.
Dengan pembangunan pabrik AI raksasa ini, Nvidia semakin menunjukkan dominasinya dalam dunia kecerdasan buatan global. (aak)
Editor : Richard Lawongan