MANADOPOST.ID - Banyak orang mengaitkan konsumsi gula berlebih dengan risiko penyakit seperti diabetes atau obesitas.
Namun, sedikit yang menyadari bahwa gula juga memiliki dampak besar terhadap kesehatan kulit. Penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak mengonsumsi gula dapat mempercepat proses penuaan, merusak kolagen, dan memicu berbagai masalah kulit seperti jerawat dan pigmentasi.
Salah satu proses utama yang menyebabkan kerusakan ini disebut glikasi, yaitu ketika molekul gula menempel pada protein seperti kolagen dan elastin di kulit.
Proses ini membentuk senyawa berbahaya bernama Advanced Glycation End-products (AGEs) yang membuat jaringan kulit menjadi kaku dan rapuh.
Akibatnya, kulit kehilangan elastisitas, tampak kusam, dan muncul garis-garis halus lebih cepat. Warna kulit juga bisa berubah kekuningan karena efek "browning" pada kolagen yang rusak.
Selain glikasi, peradangan akibat konsumsi gula berlebihan juga memicu berbagai gangguan kulit. Kadar gula yang tinggi dapat meningkatkan hormon insulin dan zat inflamasi dalam tubuh.
Lonjakan insulin ini mendorong produksi minyak berlebih, menyumbat pori-pori, dan menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri penyebab jerawat.
Tidak hanya jerawat, kondisi kulit seperti rosacea, eksim, hingga psoriasis juga bisa memburuk akibat peradangan kronis.
Tak berhenti di situ, kelebihan gula juga meningkatkan produksi radikal bebas, molekul tidak stabil yang mempercepat proses penuaan dan merusak sel kulit. Radikal bebas membuat kulit lebih rentan terhadap sinar UV dan polusi, mempercepat kerutan, dan membuat wajah tampak kusam.
Pada penderita diabetes, gula yang tinggi dalam darah bahkan memperlambat proses penyembuhan luka dan memicu hiperpigmentasi.
Untuk menjaga kulit tetap sehat, para ahli merekomendasikan pembatasan asupan gula harian.
Menurut American Heart Association (AHA), pria sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 9 sendok teh (sekitar 36 gram), sementara wanita tidak lebih dari 6 sendok teh (sekitar 25 gram) per hari.
Membatasi gula tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh, tetapi juga memberi manfaat besar bagi penampilan kulit.
Kulit menjadi lebih lembap, halus, dan cerah karena berkurangnya proses glikasi dan stabilnya kadar insulin. Selain itu, peradangan kulit menurun, jerawat berkurang, dan warna kulit tampak lebih merata.
Mengurangi konsumsi gula adalah langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kecantikan alami dari dalam. Dengan mengontrol kadar gula, Anda bukan hanya melindungi tubuh dari penyakit kronis, tetapi juga berinvestasi untuk kulit yang sehat, segar, dan awet muda.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan