Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Drone dan Robot Bantu Petani Lemon di China Tingkatkan Produksi di Daerah Pegunungan

Richard Lawongan • Jumat, 7 November 2025 | 14:09 WIB

Proses penyortiran buah lemon dilakukan secara otomatis yang berlokasi di Distrik Tongnan, Chongqing, China barat daya,.
Proses penyortiran buah lemon dilakukan secara otomatis yang berlokasi di Distrik Tongnan, Chongqing, China barat daya,.

MANADOPOST.ID – Di tengah pegunungan China, teknologi modern mulai mengubah cara petani bekerja, terutama di perkebunan lemon yang dulu bergantung sepenuhnya pada tenaga manusia.

Kini, petani di daerah itu memanfaatkan bantuan drone dan robot canggih untuk mempercepat proses penanaman, penyiraman, dan pemupukan.

Menurut laporan dari Xinhua, penggunaan teknologi ini telah memberikan dampak besar bagi peningkatan hasil panen dan efisiensi waktu kerja.

Sebelumnya, medan pegunungan yang curam membuat pekerjaan di kebun lemon sangat berat dan memakan waktu lama.

Namun, dengan adanya drone pertanian, pekerjaan seperti menyemprot pestisida atau pupuk kini bisa dilakukan hanya dalam hitungan menit.

Baca Juga: Nvidia Mulai Produksi Chip AI “Blackwell” di Arizona, Perkuat Kemandirian Teknologi Amerika

Drone tersebut dilengkapi sistem navigasi otomatis yang memungkinkan mereka terbang dengan presisi di antara barisan pohon lemon.

Selain drone, robot pintar juga digunakan untuk mengangkut hasil panen dan melakukan pemantauan kondisi tanah.

Robot-robot ini memiliki sensor canggih yang bisa mendeteksi tingkat kelembapan tanah dan kebutuhan nutrisi tanaman.

Data yang dikumpulkan robot kemudian dikirim ke pusat kontrol agar petani bisa mengambil keputusan cepat dan tepat.

Menurut Global Times, hasil panen lemon meningkat hingga 30 persen sejak teknologi ini diterapkan di wilayah Sichuan, salah satu pusat produksi lemon terbesar di China.

Peningkatan ini juga membantu petani menghemat biaya tenaga kerja hingga 40 persen karena sebagian besar pekerjaan kini dikerjakan otomatis.

Selain membantu produksi, teknologi ini juga membuat pekerjaan di perkebunan menjadi lebih aman dan efisien.

Petani tidak lagi harus menuruni lereng terjal atau membawa beban berat saat panen berlangsung.

Dengan bantuan teknologi, mereka bisa mengawasi kebun melalui layar ponsel dan memantau proses panen dari jarak jauh.

Konsep ini dikenal dengan sebutan Smart Farming atau pertanian pintar, yaitu sistem pertanian yang menggabungkan teknologi digital dengan proses tradisional.

Smart Farming bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian dengan tetap menjaga keseimbangan alam dan efisiensi sumber daya.

Pemerintah China juga ikut mendukung proyek ini dengan memberikan subsidi dan pelatihan bagi petani di daerah terpencil.

Menurut data Kementerian Pertanian China, lebih dari 70 persen lahan pertanian di daerah pegunungan kini sudah mulai menggunakan teknologi berbasis digital.

Para ahli percaya bahwa inovasi ini bisa menjadi model pertanian masa depan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Selain lemon, beberapa daerah juga mulai menerapkan teknologi serupa untuk tanaman teh, apel, dan jeruk.

Keberhasilan proyek di pegunungan ini menjadi bukti bahwa teknologi tidak hanya membantu industri besar, tetapi juga petani kecil di pelosok negeri.

Dengan kolaborasi antara manusia dan mesin, pertanian modern kini bisa menjangkau tempat-tempat yang sebelumnya sulit dikelola secara manual. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#smartfarming #DronePertanian #TeknologiPertanian #ChinaAgriculture #InovasiTeknologi