MANADOPOST.ID – Amazon kembali menghadirkan inovasi baru dengan meluncurkan fitur penerjemah berbasis kecerdasan buatan (AI) khusus bagi penulis independen di platform Kindle.
Langkah ini diambil untuk membantu para penulis menerjemahkan karya mereka ke berbagai bahasa agar bisa menjangkau pembaca dari seluruh dunia.
Menurut laporan dari Reuters, fitur tersebut akan menjadi bagian dari layanan Kindle Direct Publishing (KDP) yang digunakan oleh jutaan penulis global.
Dengan fitur baru ini, penulis tak lagi harus membayar penerjemah profesional untuk menerjemahkan buku mereka.
Amazon menyebut bahwa sistem AI-nya mampu menghasilkan terjemahan yang akurat dan alami, sehingga tetap mempertahankan gaya bahasa asli penulis.
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) adalah teknologi yang dirancang agar mesin dapat berpikir dan belajar seperti manusia.
Dalam konteks penerjemahan, AI bekerja dengan mempelajari jutaan kalimat dari berbagai bahasa agar dapat memahami konteks dan makna kalimat.
Baca Juga: Nvidia Mulai Produksi Chip AI “Blackwell” di Arizona, Perkuat Kemandirian Teknologi Amerika
Fitur penerjemah ini akan mendukung beberapa bahasa populer seperti Spanyol, Jerman, Prancis, dan Portugis pada tahap awal peluncuran.
Amazon berencana menambahkan lebih banyak bahasa setelah menguji kualitas hasil terjemahan dan mendapatkan umpan balik dari penulis.
Dilansir dari The Verge, penulis yang menggunakan fitur ini tetap memiliki kendali penuh untuk mengedit hasil terjemahan sebelum diterbitkan.
Artinya, mereka bisa menyesuaikan pilihan kata dan gaya tulisan agar tetap sesuai dengan karakter karya aslinya.
Amazon menilai, fitur ini bisa membuka peluang besar bagi penulis kecil yang sebelumnya kesulitan menjangkau pasar internasional.
Kini, buku-buku karya penulis independen dapat diterbitkan dalam berbagai bahasa tanpa perlu biaya tambahan yang besar.
Hal ini juga sejalan dengan misi Amazon untuk menciptakan ekosistem penerbitan digital yang inklusif dan mudah diakses oleh semua kalangan.
Menurut TechCrunch, Amazon sebelumnya sudah menguji kemampuan AI di sektor penerbitan melalui sistem penulisan otomatis dan pendeteksi plagiarisme.
Namun, penerjemah AI di Kindle menjadi langkah besar karena langsung menyentuh kebutuhan utama penulis dan pembaca global.
Bagi pembaca, fitur ini tentu menjadi keuntungan karena mereka bisa menikmati karya dari berbagai negara tanpa batas bahasa.
Sementara bagi penulis, ini menjadi kesempatan untuk memperluas audiens dan meningkatkan pendapatan dari penjualan internasional.
Amazon juga memastikan bahwa keamanan dan privasi data penulis tetap terjaga selama proses penerjemahan berlangsung.
Perusahaan menegaskan bahwa sistem AI tidak akan menyimpan naskah dalam bentuk yang bisa diakses publik atau digunakan ulang tanpa izin.
Dengan fitur baru ini, Amazon berharap dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam dunia penerbitan digital modern.
Langkah tersebut juga menjadi bukti bahwa teknologi AI kini semakin berperan penting dalam dunia literasi dan kreativitas global. (aak)
Editor : Richard Lawongan