MANADOPOST.ID – Raksasa teknologi Meta kembali mencuri perhatian dunia dengan rencana investasinya yang sangat besar di Amerika Serikat.
Perusahaan induk dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp ini dikabarkan akan menggelontorkan dana hingga 10 kuadriliun rupiah untuk membangun infrastruktur pusat data berbasis kecerdasan buatan atau AI.
Langkah besar ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Meta untuk memperkuat kapasitas komputasi dan pengembangan teknologi AI generatif.
Menurut laporan Reuters yang dikutip Antara News, proyek tersebut akan menjadi salah satu investasi teknologi terbesar sepanjang sejarah Meta.
Dana tersebut akan difokuskan untuk membangun dan memperluas sejumlah pusat data baru yang tersebar di beberapa negara bagian Amerika Serikat.
Pusat data ini akan berfungsi untuk mendukung layanan AI, termasuk proyek metaverse, periklanan digital, dan pengembangan asisten virtual.
Baca Juga: Amazon Hadirkan Fitur Penerjemah AI untuk Dukung Penulis Independen di Kindle
Meta menilai bahwa pusat data yang efisien dan bertenaga tinggi adalah kunci utama untuk masa depan teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Dalam pernyataannya, CEO Meta Mark Zuckerberg menyebut bahwa AI akan menjadi pilar utama dalam strategi pertumbuhan perusahaan di masa depan.
Ia mengatakan bahwa kemampuan AI yang semakin canggih dapat memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan pengalaman pengguna di seluruh platform Meta.
Zuckerberg juga menambahkan bahwa investasi besar ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga untuk mendorong inovasi dalam pemrosesan data dan efisiensi energi.
Setiap pusat data baru yang dibangun Meta dirancang dengan sistem pendinginan ramah lingkungan dan memanfaatkan energi terbarukan.
Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap target net-zero emission atau nol emisi karbon di masa mendatang.
Selain mendukung proyek AI internal, pusat data ini juga akan membantu pengembangan model AI open-source yang dapat digunakan komunitas global.
Dilansir dari Bloomberg, Meta telah menyiapkan tim khusus untuk mengawasi proyek ini agar tetap berjalan sesuai jadwal dan efisien secara biaya.
Investasi ini juga disebut akan membuka ribuan lapangan kerja baru di bidang teknik, konstruksi, dan teknologi informasi.
Dengan rencana ini, Meta ingin memastikan bahwa Amerika Serikat tetap menjadi pusat utama pengembangan teknologi AI dunia.
Beberapa analis menyebut langkah Meta ini sebagai “pertaruhan besar” di tengah persaingan ketat dengan Google, Microsoft, dan Amazon yang juga gencar memperluas pusat data mereka.
Namun, dengan sumber daya dan ekosistem yang dimiliki Meta, banyak pihak optimis bahwa proyek ini akan memberikan dampak besar pada industri AI global.
Meta juga berharap langkah ini dapat mempercepat riset dan pengembangan AI yang lebih aman, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Jika semua berjalan sesuai rencana, pembangunan pusat data ini akan dimulai pada awal 2026 dan ditargetkan rampung sebelum 2030 mendatang. (aak)
Editor : Richard Lawongan