MANADOPOST.ID – Dua raksasa teknologi dunia, Microsoft dan Nvidia, resmi meluncurkan inisiatif besar bertajuk “Agentic Launchpad” di Inggris dan Irlandia.
Program ini bertujuan membantu startup AI otonom mempercepat pengembangan produk dan akses infrastruktur komputasi.
Menurut laporan dari Windows Central, langkah ini menjadi bagian dari investasi US$30 miliar Microsoft di sektor kecerdasan buatan global.
Agentic Launchpad akan menyediakan akses ke superkomputer Nvidia DGX Cloud serta layanan Azure AI Foundry dari Microsoft.
Fasilitas ini dirancang untuk mendukung startup dalam pelatihan model AI skala besar secara efisien dan aman.
Program ini juga memberikan bimbingan dari insinyur Microsoft dan Nvidia di bidang machine learning dan pengelolaan data.
Microsoft menyebut proyek ini sebagai bagian dari misinya memperluas ekosistem AI berbasis otonomi di Eropa.
Baca Juga: Nvidia Mulai Produksi Chip AI “Blackwell” di Arizona, Perkuat Kemandirian Teknologi Amerika
Nvidia akan menyediakan dukungan GPU generasi terbaru, termasuk Blackwell H200 Tensor Core, untuk mendukung riset startup.
Peluncuran ini dilakukan di London dengan kehadiran CEO Microsoft, Satya Nadella, dan CEO Nvidia, Jensen Huang.
Dalam sambutannya, Nadella menegaskan pentingnya investasi kolaboratif untuk memastikan AI berkembang secara bertanggung jawab.
Huang menambahkan bahwa kolaborasi antara perusahaan besar dan startup adalah kunci untuk inovasi nyata di bidang kecerdasan buatan.
Lebih dari 200 startup AI di Inggris dikonfirmasi telah mendaftar untuk bergabung dengan program ini.
Peluncuran Agentic Launchpad diharapkan mempercepat inovasi di bidang robotika, energi, dan otomasi industri.
Pemerintah Inggris menyambut langkah ini sebagai bagian dari strategi nasional AI mereka untuk 2030.
Selain dukungan finansial, program ini juga menawarkan sesi mentoring bisnis dan peluang kemitraan global.
Microsoft menargetkan ekspansi Agentic Launchpad ke Asia dan Timur Tengah pada 2026.
Kolaborasi ini menegaskan peran penting Inggris sebagai salah satu pusat riset AI terdepan dunia.
Dengan sinergi antara raksasa teknologi dan startup, masa depan AI tampak semakin kolaboratif dan berkelanjutan.
(rm)
Editor : Jasinta Bolang