Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Uni Eropa Tunda Regulasi AI Act karena Tekanan dari Perusahaan Teknologi Besar

Jasinta Bolang • Selasa, 11 November 2025 | 13:20 WIB

Photo
Photo

MANADOPOST.ID – Komisi Eropa dikabarkan akan menunda penerapan penuh Artificial Intelligence Act (AI Act) setelah mendapat tekanan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan teknologi besar dan pemerintahan AS.

Menurut laporan The Guardian, keputusan ini diambil untuk mencegah gangguan inovasi di sektor teknologi Eropa.

AI Act sebelumnya dirancang sebagai regulasi paling ketat di dunia untuk mengatur penggunaan kecerdasan buatan.

Namun sejumlah pelaku industri memperingatkan bahwa penerapannya bisa memperlambat pengembangan startup AI.

Pemerintah AS juga disebut menekan Uni Eropa agar mempertimbangkan dampak regulasi terhadap kemitraan teknologi trans-Atlantik.

Komisi Eropa menegaskan penundaan ini bersifat sementara untuk meninjau ulang beberapa klausul.

Aturan baru diharapkan fokus pada etika, keamanan data, dan tanggung jawab algoritma.

Analis menilai langkah ini adalah kompromi antara inovasi dan kontrol yang dibutuhkan masyarakat.

Baca Juga: Amazon Hadirkan Fitur Penerjemah AI untuk Dukung Penulis Independen di Kindle

Sejumlah LSM Eropa menilai penundaan tersebut berpotensi melemahkan perlindungan privasi pengguna.

Namun pihak industri memuji langkah ini karena memberi ruang bagi penyesuaian teknologi.

Komisi berencana menerapkan versi final AI Act pada pertengahan 2026.

Penundaan ini juga membuka peluang kerja sama baru dengan AS dalam pembentukan standar global AI.

AI Act dipandang sebagai regulasi paling ambisius dalam sejarah teknologi Eropa.

Kritikus menilai, Uni Eropa harus berhati-hati agar tidak kalah cepat dari AS dan China dalam adopsi AI.

Sementara itu, sejumlah negara anggota mendukung pendekatan “AI-friendly” untuk memperkuat daya saing.

Penundaan ini menunjukkan kompleksitas dalam menyeimbangkan antara keamanan publik dan inovasi.

Jika diterapkan dengan tepat, AI Act akan menjadi model regulasi etis bagi seluruh dunia.

(rm)

Editor : Jasinta Bolang
#regulasi #Eropa #Teknologi #AI #uni eropa