MANADOPOST.ID- Dunia teknologi tengah memusatkan perhatian pada langkah besar Qualcomm yang resmi memperkenalkan dua chip AI terbaru, yakni AI 200 dan AI 250.
Chip baru ini dirancang khusus untuk pusat data (data center) dengan efisiensi energi yang jauh lebih baik dibanding pesaingnya.
Menurut laporan dari Reuters, peluncuran ini menjadi bagian dari strategi Qualcomm untuk memperluas bisnisnya di luar sektor smartphone.
Chip AI 200 diklaim mampu memproses hingga 45 triliun operasi per detik, menjadikannya salah satu chip paling kuat di kelasnya.
Sementara versi AI 250 hadir dengan peningkatan kemampuan multi-tasking serta sistem pendinginan canggih berbasis cairan.
Kedua chip ini dibangun menggunakan arsitektur NPU (Neural Processing Unit) yang dioptimalkan untuk model pembelajaran mesin berskala besar.
Qualcomm menegaskan bahwa produk ini akan menjadi fondasi utama ekosistem AI industri masa depan.
Banyak analis menilai langkah ini sebagai upaya Qualcomm untuk menantang dominasi NVIDIA dan AMD di sektor komputasi AI.
Perusahaan juga bekerja sama dengan beberapa mitra besar seperti Microsoft Azure dan Google Cloud untuk menguji performa chip baru ini.
Hasil uji awal menunjukkan peningkatan efisiensi daya hingga 30 persen lebih hemat dibanding chip pesaing.
Baca Juga: Adobe MAX 2025: Photoshop dan Premiere Kini Didukung AI Generasi Baru!
Qualcomm mengklaim bahwa inovasi ini akan mempercepat adopsi AI di perusahaan yang fokus pada automasi data dan analitik real-time.
Langkah strategis ini dinilai akan memperkuat posisi Qualcomm sebagai pemain utama dalam transformasi digital global.
Selain itu, chip AI 200 dan 250 akan menjadi bagian penting dalam mendukung sistem keamanan berbasis AI di masa depan.
Peluncuran ini mendapat sambutan positif dari berbagai perusahaan teknologi besar di seluruh dunia.
Para pengamat industri menyebut, ini bisa menjadi “game changer” dalam pasar komputasi berbasis AI.
Dengan performa yang efisien, Qualcomm membuka peluang besar untuk perangkat pintar masa depan yang lebih responsif.
Chip ini dijadwalkan mulai digunakan secara komersial pada kuartal pertama tahun 2026.
Dunia kini menantikan langkah selanjutnya dari Qualcomm dalam perang teknologi AI tingkat global.
Dan jelas, pertarungan inovasi chip AI baru saja dimulai. (AR)
Editor : Prisilia Rumengan