Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Google dan Microsoft Aktifkan Kembali Pembangkit Nuklir Demi Tenaga AI, Dunia Mulai Cemas

Prisilia Rumengan • Selasa, 11 November 2025 | 14:12 WIB

Google
Google

MANADOPOST.ID- Dunia teknologi dikejutkan oleh langkah berani dua raksasa teknologi, Google dan Microsoft, yang berencana menghidupkan kembali pembangkit nuklir di Amerika Serikat.

Langkah ini diambil untuk memenuhi lonjakan kebutuhan energi yang luar biasa besar akibat pertumbuhan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Menurut laporan dari ABC News Australia, kedua perusahaan tersebut tengah bekerja sama dengan pihak regulator energi AS untuk memulai kembali dua reaktor nuklir lama.

Reaktor tersebut sebelumnya dinonaktifkan karena faktor biaya dan keamanan, namun kini dianggap sebagai solusi tercepat untuk sumber energi berkelanjutan.

Google dan Microsoft menilai bahwa AI memerlukan daya komputasi dan energi masif yang tidak bisa lagi dipenuhi oleh sumber listrik konvensional.

Penggunaan energi dari pembangkit nuklir diharapkan mampu menekan emisi karbon serta meningkatkan efisiensi daya untuk pusat data AI mereka.

Microsoft
Microsoft

Namun, keputusan ini memicu perdebatan sengit di kalangan pemerhati lingkungan dan pakar kebijakan energi.

Beberapa pihak menilai langkah ini berisiko karena potensi kecelakaan dan limbah radioaktif yang bisa berdampak jangka panjang.

Meski begitu, Google dan Microsoft menjamin bahwa reaktor yang digunakan akan menerapkan teknologi pendingin modern serta sistem keamanan berlapis.

Keduanya juga mengklaim proyek ini akan mendukung target “net zero emission 2030” yang telah dicanangkan oleh perusahaan.

Analis industri menyebut langkah ini sebagai sinyal bahwa era AI benar-benar mengubah lanskap energi dunia.

Permintaan listrik global untuk data center meningkat hingga 40% sejak 2023, dan tren ini terus naik setiap tahunnya.

Google bahkan sudah menandatangani kontrak jangka panjang dengan perusahaan energi nuklir swasta untuk pasokan listrik eksklusif.

Baca Juga: Qualcomm Resmi Luncurkan Chip AI 200 dan 250, Siap Tantang Dominasi NVIDIA di Pasar Data Center

Microsoft mengikuti jejak serupa dengan menginvestasikan dana besar pada riset reaktor modular kecil (SMR).

Jika proyek ini berhasil, maka pembangkit nuklir bisa kembali menjadi sumber utama energi bagi ekosistem AI global.

Namun, tantangan regulasi dan isu keamanan masih menjadi hambatan besar di mata publik.

Pakar energi menegaskan bahwa dunia kini menghadapi persimpangan antara inovasi dan tanggung jawab lingkungan.

Langkah ini menjadi simbol perubahan besar, di mana teknologi tidak hanya mengubah kehidupan, tetapi juga sistem energi dunia.

Apakah ini masa depan energi AI, atau justru bom waktu baru bagi manusia? (AR)

Editor : Prisilia Rumengan
#micsoroft #Google #AI #Nuklir #GoogleAI