Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Samsung siap merilis Galaxy S25 dengan sistem AI penuh, membawa pengalaman pengguna yang lebih cerdas, cepat, dan adaptif.

Prisilia Rumengan • Selasa, 11 November 2025 | 14:29 WIB

Meta
Meta

MANADOPOST.ID- Perusahaan teknologi raksasa Meta Platforms Inc. kembali mencuri perhatian dunia setelah mengumumkan peluncuran model AI terbaru yang dirancang khusus untuk mendukung teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) generasi berikutnya.

Model ini, yang disebut “Meta Fusion AI”, dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih imersif dan realistis di seluruh lini produk Meta — termasuk Quest Headset, Ray-Ban Meta Smart Glasses, dan proyek Metaverse Horizon.

Menurut keterangan resmi Meta, Meta Fusion AI memungkinkan perangkat AR dan VR untuk memahami lingkungan nyata secara lebih akurat. Teknologi ini menggunakan pemetaan spasial tiga dimensi (3D mapping) yang digabungkan dengan pemrosesan bahasa alami (NLP) untuk menghadirkan interaksi yang lebih manusiawi.

Dengan integrasi model ini, pengguna nantinya bisa berbicara dengan asisten virtual di dunia AR/VR, yang mampu menanggapi dengan konteks emosional dan situasional.

Baca Juga: Samsung Siapkan Galaxy S25 dengan AI Terintegrasi Penuh, Transformasi Besar di Dunia Smartphone

CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyebut langkah ini sebagai “loncatan terbesar” dalam visi metaverse mereka. Ia menegaskan bahwa AI kini menjadi tulang punggung untuk membangun dunia digital yang sepenuhnya hidup dan interaktif.

Selain untuk hiburan dan komunikasi, Meta Fusion AI juga dikembangkan untuk sektor pendidikan dan bisnis. Misalnya, guru bisa mengajar di ruang kelas virtual realistis, sementara perusahaan dapat mengadakan rapat dengan visualisasi data 3D interaktif.

Meta juga menjanjikan bahwa proses data pengguna tetap aman, karena sebagian besar pemrosesan dilakukan secara lokal di perangkat, bukan di server cloud.

Teknologi ini juga akan mendukung eye-tracking dan gesture recognition, memungkinkan pengguna mengontrol lingkungan digital hanya dengan pandangan atau gerakan tangan.

Dalam demo internal, Meta memperlihatkan simulasi interaktif di mana pengguna bisa mendesain ruangan virtual dengan hanya berbicara — dan sistem AI akan langsung membangun tampilan 3D yang sesuai instruksi.

Peluncuran resmi Meta Fusion AI dijadwalkan pada awal 2026, bersamaan dengan rilis Quest 4 Pro, headset terbaru dengan integrasi penuh teknologi tersebut.

Analis menilai, langkah ini menempatkan Meta selangkah lebih maju dibanding pesaing seperti Apple Vision Pro dan Google Immersive AI.

Transformasi ini menandai awal era baru di mana AI tidak hanya berpikir — tapi juga “menghidupkan” realitas digital. (AR)

Editor : Prisilia Rumengan
#masa depan #Teknologi #reality #MetaAI #augmented realiity #Virtual