Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Uni Eropa Siapkan Aturan Baru untuk Hapus Teknologi China dari Infrastruktur Telekomunikasi

Richard Lawongan • Kamis, 13 November 2025 | 13:09 WIB

Huawei
Huawei

MANADOPOST.ID – Uni Eropa sedang mempersiapkan langkah besar untuk mengurangi ketergantungan pada perangkat teknologi asal China seperti Huawei dan ZTE dalam jaringan komunikasi mereka.

Langkah ini digagas oleh Komisi Eropa sebagai bentuk perlindungan terhadap keamanan digital kawasan.

Dilansir dari Tech Crunch, kebijakan ini akan menargetkan perangkat yang digunakan dalam jaringan 5G serta infrastruktur telekomunikasi generasi berikutnya.

Sebelumnya, pada tahun 2020, Komisi Eropa telah mengeluarkan rekomendasi agar negara anggota berhati-hati terhadap vendor yang dianggap berisiko tinggi.

Vendor yang dimaksud adalah perusahaan yang dinilai memiliki potensi ancaman terhadap keamanan data dan sistem komunikasi negara anggota.

Kini, Komisi Eropa ingin menjadikan rekomendasi tersebut sebagai aturan yang bersifat wajib, bukan sekadar saran.

Baca Juga: Broadcom Hadirkan Chip Canggih dengan Fitur Terjemahan Suara Langsung

Wakil Presiden Komisi Eropa, Henna Virkkunen, menjadi sosok utama di balik upaya ini.

Virkkunen menegaskan bahwa keamanan digital Eropa tidak boleh dikompromikan hanya demi efisiensi biaya.

Jika aturan ini disetujui, setiap negara anggota akan diwajibkan mengikuti panduan keamanan yang telah ditetapkan Uni Eropa.

Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat berujung pada denda atau sanksi hukum yang cukup berat.

Tak hanya soal jaringan 5G, aturan ini juga akan menyentuh proyek-proyek jaringan serat optik yang kini sedang digencarkan di Eropa.

Virkkunen bahkan tengah mempertimbangkan pembatasan keterlibatan perusahaan China dalam proyek infrastruktur broadband.

Tujuannya adalah agar pengelolaan data dan jaringan penting tetap berada di bawah kendali pihak Eropa.

Huawei dan ZTE, dua perusahaan besar asal China yang terdampak, hingga kini belum memberikan komentar atas rencana tersebut.

Langkah Uni Eropa ini dianggap sebagai bagian dari strategi “de-risking” atau pengurangan risiko dari ketergantungan pada teknologi luar kawasan.

Kebijakan tersebut juga muncul di tengah memburuknya hubungan ekonomi dan politik antara Uni Eropa dan China.

Tahun lalu, Jerman telah mengumumkan rencana melarang komponen utama Huawei dan ZTE mulai 2026.

Finlandia juga dikabarkan sedang menyiapkan aturan serupa untuk memperluas larangan terhadap penggunaan perangkat Huawei di jaringan 5G-nya.

Sementara itu, Amerika Serikat bersama sekutu-sekutunya seperti Inggris dan Swedia telah lebih dulu menerapkan larangan tersebut.

Negara-negara tersebut menilai perangkat asal China berpotensi digunakan untuk kegiatan spionase siber atau sabotase jaringan penting.

Dengan kebijakan baru ini, Uni Eropa berharap dapat memperkuat kedaulatan digital sekaligus mempersempit celah ancaman keamanan dari luar kawasan.

Kebijakan ini diperkirakan akan mulai berlaku secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan setelah disetujui oleh seluruh anggota Uni Eropa. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#KeamananDigital #UniEropa #5G #Huawei #ZTE