Jagosatu.com
Banyak orang berpikir mencuci telur sebelum dimasak adalah kebiasaan bersih yang benar.
Namun, ternyata kebiasaan ini justru bisa menimbulkan risiko kesehatan yang cukup serius.
Dilansir dari Liputan6.com, para ahli menjelaskan bahwa mencuci telur bisa membuat bakteri seperti Salmonella masuk ke dalam cangkang.
Cangkang telur sebenarnya memiliki lapisan pelindung alami yang disebut cuticle.
Lapisan ini berfungsi mencegah bakteri menembus pori-pori kecil di permukaan cangkang.
Ketika telur dicuci dengan air, terutama air dingin, lapisan pelindung tersebut bisa hilang.
Akibatnya, bakteri yang menempel di permukaan bisa lebih mudah masuk ke dalam telur.
Menurut para ahli dari Food Safety and Inspection Service (FSIS) di Amerika Serikat, mencuci telur dengan air justru memperbesar risiko kontaminasi silang.
Air yang digunakan bisa membawa bakteri dari cangkang ke dalam telur lewat tekanan dan suhu.
Inilah sebabnya telur yang dijual di supermarket besar biasanya sudah melalui proses pembersihan khusus di pabrik.
Setelah dicuci secara industri, telur tersebut juga diberi lapisan pelindung buatan agar tetap aman disimpan.
Sementara itu, telur dari peternakan kecil atau pasar tradisional sering kali masih memiliki sisa kotoran alami.
Untuk jenis telur ini, kamu bisa membersihkannya dengan kain kering atau tisu lembut tanpa air.
Jika sangat kotor, gunakan air hangat suam-suam kuku, lalu segera keringkan dengan handuk bersih.
Hindari penggunaan sabun atau cairan pencuci piring karena bahan kimianya bisa merusak cangkang.
Selain itu, penting juga menyimpan telur di suhu ruangan stabil atau di kulkas bagian tengah.
Suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin bisa memengaruhi kualitas dan daya tahan telur.
Telur sebaiknya juga tidak disimpan terlalu lama setelah dibeli, maksimal 3 minggu untuk hasil terbaik.
Jadi, bukan berarti telur tidak boleh bersih, tapi caranya harus benar dan aman.
Sekarang kamu tahu, mencuci telur sebelum dimasak ternyata bukan ide bagus untuk kesehatan.
(m)
Editor : ALengkong