MANADOPOST.ID- Dua raksasa teknologi dunia, Samsung dan Apple, kini berada di garis depan revolusi AI on-device, menghadirkan kecerdasan buatan langsung di dalam smartphone tanpa perlu koneksi internet.
Langkah strategis ini menandai perubahan besar dalam cara pengguna berinteraksi dengan perangkat mereka—lebih cepat, lebih aman, dan jauh lebih pribadi.
Menurut laporan The Verge, Samsung akan meluncurkan fitur ini melalui Galaxy AI 2.0, yang akan debut di seri Galaxy S25 awal tahun depan.
Sementara Apple dikabarkan tengah memfinalisasi Apple Intelligence, sistem AI lokal yang akan disematkan di iPhone 16 Pro dan Pro Max.
Kedua perusahaan sepakat bahwa masa depan AI bukan hanya soal cloud, tapi tentang kemandirian perangkat dalam memproses data pengguna secara langsung.
Fitur utama yang akan dibawa termasuk asisten suara kontekstual, terjemahan real-time tanpa internet, dan kemampuan untuk memahami rutinitas pengguna berdasarkan perilaku harian.
Baca Juga: Banyak Perusahaan AI Gagal Lindungi Data Pengguna
Samsung mengklaim bahwa AI lokal mereka dapat mengenali pola penggunaan dan menyesuaikan performa baterai serta aplikasi yang paling sering digunakan.
Sementara Apple menekankan pendekatan privasi tinggi—semua data pengguna tetap tersimpan di perangkat dan tidak dikirim ke server eksternal.
“AI harus melayani pengguna, bukan memata-matai mereka,” ujar Tim Cook, CEO Apple, dalam konferensi internal di Cupertino.
Fitur lain yang tak kalah menarik adalah kemampuan Smart Composer, di mana pengguna bisa menulis pesan atau email cukup dengan memberi perintah singkat seperti “buatkan undangan makan malam elegan.”
Samsung juga memperluas fungsi kamera berbasis AI yang mampu melakukan scene optimization cerdas dan auto-edit hanya dalam hitungan detik.
Para analis menilai, tren ini akan menjadi arah baru ekosistem smartphone global, menggeser paradigma dari “AI berbasis cloud” menuju AI berbasis perangkat (Edge AI).
Dengan kemampuan ini, pengguna tidak hanya mendapatkan efisiensi, tapi juga kendali penuh atas data pribadi mereka.
Jika langkah ini sukses, maka smartphone di masa depan bukan sekadar alat komunikasi, melainkan asisten personal cerdas yang memahami penggunanya secara mendalam.
Inilah awal dari era baru AI lokal dalam genggaman. (AR)
Editor : Prisilia Rumengan