Jagosatu.com
Banyak orang tua masih percaya kalau anak yang sering sakit akan menjadi lebih kuat.
Padahal menurut dokter anak, anggapan tersebut sebenarnya hanya mitos yang bisa membahayakan kesehatan si kecil.
Dalam penjelasan dokter anak Mesty Ariotedjo, sering sakit justru membuat energi tubuh anak habis untuk melawan infeksi.
Energi yang terpakai untuk melawan penyakit itu seharusnya digunakan tubuh untuk tumbuh dan berkembang.
Karena itulah anak yang sering sakit bisa mengalami pertumbuhan yang lebih lambat dibanding anak sehat.
Dokter menjelaskan bahwa beberapa infeksi bahkan dapat meninggalkan kerusakan jangka panjang pada organ tertentu.
Salah satu contohnya adalah infeksi paru-paru berulang yang dapat menyebabkan luka pada jaringan paru.
Paru-paru yang memiliki luka akan bekerja lebih berat dan membuat anak lebih gampang sesak napas.
Ketika hal ini terjadi, kualitas hidup anak dapat terganggu karena aktivitasnya menjadi terbatas.
Di sisi lain, daya tahan tubuh anak sebenarnya bisa diperkuat tanpa harus membiarkan mereka sering sakit.
Menurut Liputan6, cara paling efektif adalah memberikan vaksinasi lengkap sesuai jadwal.
Vaksin membantu tubuh mengenali virus atau bakteri tertentu tanpa harus mengalami sakit yang sebenarnya.
Selain vaksin, pola makan sehat juga berperan besar dalam meningkatkan sistem imun anak.
Nutrisi dari makanan seperti sayur, buah, protein hewani, dan whole food membantu tubuh lebih kuat melawan infeksi.
Pastikan anak minum air yang cukup setiap hari agar metabolisme tubuhnya tetap lancar.
Hal lain yang sering dilupakan adalah pentingnya menjauhkan anak dari paparan asap rokok.
Asap rokok dapat melemahkan paru-paru anak dan membuat mereka lebih mudah terserang penyakit.
Kebiasaan keluarga yang sehat akan sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh anak.
Orang tua juga disarankan menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri.
Dengan cara-cara sederhana ini, anak bisa tumbuh lebih kuat tanpa perlu mengalami sakit berulang.
Jadi, anggapan bahwa sering sakit bikin anak kuat sudah seharusnya ditinggalkan agar kesehatan mereka lebih terjaga.
(m)
Editor : ALengkong