MANADOPOST.ID – SLB resmi memperkenalkan Tela™, sebuah agen AI canggih yang dirancang untuk membantu pekerjaan teknis di industri energi menurut SLB yang merilis pengumuman resminya.
Tela bekerja menggunakan konsep agentic AI, yaitu kecerdasan buatan yang bukan hanya menjawab pertanyaan tetapi bisa merencanakan, bertindak, dan belajar dari pengalaman dilansir dari SLB yang menjelaskan arsitektur kerjanya.
Teknologi ini bekerja melalui lima langkah utama yaitu observasi perencanaan pembuatan aksi dan evaluasi sehingga setiap keputusan yang dibuat bisa lebih akurat menurut penjelasan SLB dalam dokumen teknisnya.
Dengan sistem tersebut Tela mampu memahami data lapangan dan langsung memberikan solusi tanpa harus menunggu perintah manual dari operator.
Salah satu fungsi penting Tela adalah mempercepat interpretasi data sumur minyak yang biasanya membutuhkan waktu lama menurut SLB yang mencontohkan penggunaan pada well-log.
Tela juga bisa memprediksi potensi masalah pengeboran lebih cepat dibanding analisis manusia seperti yang dijelaskan dalam rilis SLB tentang pencegahan drilling failure.
Agen AI ini bahkan mampu memberikan rekomendasi tindakan terbaik yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko dan menghemat waktu operasional.
SLB menyebut Tela sebagai lompatan besar dalam digitalisasi energi karena digabungkan langsung dengan sistem data Lumi™ milik mereka.
Baca Juga: Google Perkenalkan Gemini for Home, Asisten AI Baru untuk Kendali Rumah Pintar yang Lebih Natural
Platform Lumi memungkinkan AI seperti Tela bekerja dengan model bahasa besar sekaligus model teknis energi sehingga hasilnya lebih relevan untuk lapangan menurut SLB dalam laman produknya.
Dengan kombinasi itu Tela dapat berkomunikasi seperti manusia namun tetap memproses data teknis tingkat tinggi secara otomatis.
SLB mengatakan teknologi ini bisa diterapkan di awan maupun sistem lokal sehingga cocok untuk perusahaan besar maupun operasi energi yang sensitif data.
Dalam beberapa contoh penggunaan Tela terbukti mampu mengoptimalkan performa peralatan dengan mendeteksi anomali lebih cepat dibanding metode lama.
Teknologi ini juga dapat membantu menganalisis data seismik untuk memahami struktur bawah tanah dengan lebih cepat menurut penjelasan di halaman teknis SLB.
SLB menyebutkan bahwa kehadiran Tela akan membuat kolaborasi manusia dengan AI menjadi lebih natural karena Tela bertindak seperti anggota tim.
Industri energi menurut SLB sedang menghadapi masalah kekurangan tenaga ahli sehingga AI seperti Tela dianggap sebagai solusi jangka panjang.
Dengan kemampuan membuat keputusan sendiri Tela dianggap mampu mengurangi pekerjaan manual yang berulang dan meningkatkan efisiensi setiap hari.
Dalam lapangan produksi agen Tela bisa memandu operator dengan rekomendasi tindakan otomatis untuk menjaga stabilitas operasi.
SLB menegaskan bahwa Tela bukan pengganti manusia tetapi alat yang memperkuat kemampuan teknisi melalui informasi yang lebih cepat dan presisi tinggi.
Para analis industri memandang kehadiran Tela sebagai langkah agresif SLB untuk memperkuat bisnis digital mereka menurut laporan Investing yang menyoroti fokus SLB pada pertumbuhan segmen digital.
Teknologi ini dinilai akan mempercepat modernisasi proses kerja di sektor energi yang selama ini dikenal lambat beradaptasi.
Jika terus berkembang Tela diprediksi menjadi standar baru dalam pengelolaan data energi modern.
SLB menyebut Tela sebagai awal dari era baru di mana keputusan teknis penting tidak lagi bergantung sepenuhnya pada intuisi manusia tetapi dipadu dengan kecerdasan buatan yang adaptif. (AR)
Editor : Prisilia Rumengan