Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

China Kirim Tiga Satelit Baru untuk Mengamati Lingkungan Antariksa

Richard Lawongan • Jumat, 21 November 2025 | 12:41 WIB

Roket pengangkut Long March-2C yang membawa tiga satelit baru lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut pada 19 November 2025.
Roket pengangkut Long March-2C yang membawa tiga satelit baru lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut pada 19 November 2025.

MANADOPOST.ID – Pemerintah China baru saja meluncurkan tiga satelit sekaligus ke luar angkasa untuk mengeksplorasi dan memantau kondisi lingkungan antariksa.

Roket Long March-2C mengangkut satelit Shijian-30A, Shijian-30B, dan Shijian-30C dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di barat laut China.

Peluncuran dilaksanakan pada pukul 12.01 waktu Beijing pada tanggal 19 November 2025.

Tiga satelit itu bertujuan untuk melakukan “eksplorasi lingkungan antariksa” sekaligus memverifikasi teknologi terkait.

Kata “eksplorasi lingkungan antariksa” di sini maksudnya adalah satelit akan mengamati kondisi ruang angkasa seperti partikel bermuatan dan radiasi.

Selain itu, satelit-satelit ini juga akan melakukan uji teknologi baru yang mungkin terkait dengan sistem navigasi, komunikasi, atau pemantauan ruang angkasa.

Baca Juga: Huawei Mate X7 Bocor! Desain Mewah, Kamera Ganas, dan Teknologi Lipat yang Bikin HP Lain Minder!

Menurut laporan ANTARA, peluncuran ini adalah misi ke-608 dari seri roket Long March, menandakan panjangnya sejarah program luar angkasa China.

Melalui misi ini, China memperkuat usaha untuk memahami lebih dalam radiasi kosmik dan plasma di orbit rendah Bumi.

Satelit semacam Shijian biasanya digunakan dalam eksperimen ilmiah, jadi bukan semata untuk pengamatan Bumi, melainkan kondisi antariksa itu sendiri.

Dengan teknologi pengamatan antariksa, China bisa mengembangkan sistem untuk melindungi satelit lain dari gangguan partikel ruang angkasa.

Studi lingkungan antariksa juga penting bagi misi jangka panjang seperti luar angkasa manned (berawak) atau system satelit konstelasi.

Tiga satelit baru ini diproyeksikan bisa membantu riset bagaimana warisan sampah antariksa (space debris) memengaruhi orbit tertentu.

Roket Long March-2C sendiri adalah roket kelas ringan yang banyak digunakan China untuk mengangkut satelit berukuran kecil hingga menengah.

Pusat Peluncuran Jiuquan dipilih karena lokasinya strategis di padang pasir barat laut China, yang aman dan cocok untuk peluncuran ke orbit rendah.

Peluncuran ini dibiarkan disiarkan oleh media negara dan mendapat perhatian dari komunitas antariksa karena sifat “ilmiah” dari misi.

Beberapa analis luar angkasa menilai misi ini sebagai bagian dari strategi China untuk memperkuat kemampuan kedirgantaraan ilmiah dan militer.

Dengan makin banyak satelit semacam ini, China bisa membangun jaringan pemantauan antariksa yang lebih mandiri tanpa bergantung pada negara lain.

Teknologi satelit eksplorasi antariksa juga bisa di-adopsi untuk pengembangan radar antariksa, komunikasi deep space, dan pertahanan antariksa di masa depan.

Satelit Shijian-30A/B/C kemungkinan juga akan dilengkapi instrumen canggih untuk mengukur radiasi kosmik dan medan magnet lokal.

Misi ini memperlihatkan betapa ambisiusnya program antariksa China: tak hanya fokus pada satelit Bumi, tapi juga memperhatikan ruang antarbintang dan dinamika partikel.

Bagi dunia antariksa global, peluncuran tiga satelit ini menjadi sinyal bahwa China makin serius dalam riset ilmiah antariksa dan keamanan orbital. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#Shijian30 #LongMarch2C #satelit #LingkunganAntariksa #ChinaAntariksa