MANADOPOST.ID - Ada yang beda Minggu pagi di Jalan Roda (Jarod) kali ini.
Area ngopi legendaris di Manado itu mendadak heboh saat Raffi Ahmad muncul.
Bukan sebagai selebritas, ia datang membawa mandat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, menyapa para pelaku ekonomi kreatif Manado.
Di ruang diskusi yang sengaja dibuat kecil agar percakapan mengalir tanpa sekat, Raffi langsung meminta para kreator bicara apa adanya.
Para pelaku kuliner hingga pembuat konten pun bergantian mengutarakan kegelisahan dan harapan mereka.
Mulai dari bagaimana mengangkat pesona kuliner lokal agar lebih “menggigit,” hingga kerinduan akan ruang kolaborasi yang benar-benar bisa mereka tinggali, bukan sekadar konsep di atas kertas.
Raffi menyimak tanpa memotong. Setelah semua suara tertumpah, ia mengangkat wajah dan menegaskan komitmennya.
“Saya ingin Sulawesi Utara punya creative hub yang hidup, bukan simbol. Kalau ada ruang seperti itu, ide-ide kalian bisa tumbuh lebih cepat,” ujarnya.
Ia berjanji menjadi jembatan dengan pemerintah pusat dan daerah, sekaligus mengetuk para pemangku kepentingan agar proyek ruang kreatif permanen di Sulut benar-benar terwujud.
Salah satu yang hadir pagi itu adalah Dirrel Lukye, influencer dan kreator budaya asal Manado.
Ia mengaku atmosfer diskusi ini terasa berbeda karena ada peluang nyata untuk terhubung langsung ke pusat.
“Sangat penting acara ini karena sebagai creator dan influencer daerah, kami dapat ilmu baru dari Raffi terkait business creator. Dan juga ada potensi untuk tetap berkembang, atau dalam arti kata tetap hidup, meski tantangannya besar di daerah,” ujarnya. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos