MANADOPOST.ID – OpenAI akhirnya menghadirkan fitur obrolan grup di ChatGPT yang kini bisa digunakan oleh semua pengguna, baik yang memakai paket Free, Go, Plus, maupun Pro.
Dalam fitur baru ini, kamu bisa membuat ruang chatting bersama teman, keluarga, atau rekan kerja bersama ChatGPT dalam satu obrolan yang sama.
Satu grup chat di ChatGPT bisa diisi oleh hingga 20 orang, asalkan semuanya mendapat undangan lewat tautan yang kamu bagikan.
Cara membuat grup juga sederhana: tinggal tekan ikon “orang” di pojok kanan atas saat memakai aplikasi ChatGPT, lalu pilih untuk menambahkan peserta atau membagikan link.
Setiap peserta baru di grup diminta membuat profil singkat dengan nama, username, dan foto agar identitasnya jelas dalam chat.
Menariknya, kalau kamu menambahkan orang ke chat lama, ChatGPT akan membuat salinan chat itu menjadi grup baru tanpa merusak atau mengubah versi asli.
ChatGPT dalam mode grup punya “perilaku sosial”: dia bisa memilih kapan harus berbicara dan kapan harus diam, supaya percakapannya terasa alami.
Baca Juga: Google Resmikan Pusat Teknik AI Terbesar di Luar Amerika, Berbasis di Taiwan
Kalau kamu mau ChatGPT merespons, cukup tulis “ChatGPT” di pesanmu agar bot tahu bahwa kamu mengajak dia ikut bicara.
Bot ini juga bisa bereaksi dengan emoji dan bisa melihat foto profil peserta saat membuat konten, misalnya ketika membuat gambar yang ‘dipersonalisasi’.
Privasi tetap dijaga: memori pribadi masing-masing pengguna ChatGPT tidak dibagikan ke dalam grup, artinya ChatGPT nggak mencampur data pribadi dari akun masing-masing.
Selain itu, ChatGPT tidak mencatat kenangan baru dari obrolan grup — jadi chat bareng teman tidak akan “mengajari” bot tentang hidup pribadimu.
Fitur ini menggunakan model GPT-5.1 Auto, sehingga ChatGPT memilih versi model yang paling cocok berdasarkan paket pengguna agar performanya optimal.
Dalam grup juga tetap tersedia beberapa fitur canggih seperti pencarian (search), upload file dan gambar, ditambah kemampuan membuat gambar baru.
Kamu bisa mengatur nama grup, menambahkan atau mengeluarkan anggota, serta menonaktifkan notifikasi grup jika merasa terganggu dengan lalu lintas pesan.
Ada pengaturan instruksi khusus per grup: bisa menentukan gaya bicara ChatGPT, misalnya formal, santai, atau lainnya agar sesuai suasana.
Kalau di grup ada pengguna di bawah umur (di bawah 18 tahun), sistem secara otomatis memperketat filter untuk mencegah konten sensitif muncul.
Orang tua bisa punya kontrol lebih: mereka bisa mematikan fitur grup chat sepenuhnya lewat pengaturan kontrol orang tua jika dirasa perlu.
OpenAI melihat fitur ini sebagai langkah awal untuk menjadikan ChatGPT sebagai ruang kolaborasi, tidak cuma asisten pribadi.
Ke depannya, ChatGPT bisa berperan aktif dalam diskusi kelompok nyata, membantu merencanakan kegiatan, membuat keputusan, dan mencipta konten bersama-sama.
Fitur ini menandai pergeseran besar dari ChatGPT yang sebelumnya hanya untuk satu lawan bicara, menjadi alat sosial yang bisa dipakai komunitas. (aak)
Editor : Richard Lawongan