MANADOPOST.ID
ChatGPT for Teachers akhirnya resmi diluncurkan oleh OpenAI dan langsung jadi perhatian banyak guru di seluruh dunia.
Menurut Liputan6, layanan ini dibuat khusus untuk membantu para guru menyiapkan materi pelajaran secara lebih cepat dan praktis.
ChatGPT for Teachers bisa dipakai gratis sampai tahun 2027 sehingga guru tidak perlu khawatir soal biaya langganan.
OpenAI bilang kalau keamanan data siswa jadi prioritas utama dalam layanan baru ini.
Dalam laporan Liputan6, OpenAI menjelaskan bahwa data yang dimasukkan guru tidak akan dipakai untuk melatih model AI mereka.
Hal ini tentu bikin para guru merasa lebih aman karena informasi penting siswa tidak akan disalahgunakan.
Fitur ChatGPT for Teachers juga mendukung pembuatan rencana belajar yang bisa langsung disesuaikan dengan kebutuhan kelas.
Guru bisa mengunggah dokumen seperti PDF atau file presentasi supaya AI bisa membantu menyusun materi lebih cepat.
OpenAI juga menyebut kalau layanan ini mendukung integrasi dengan Google Drive maupun Microsoft 365 untuk memudahkan pekerjaan guru.
Artinya, guru tinggal mengimpor file dan ChatGPT akan membantu merapikan isi dokumennya.
Menurut Liputan6, ChatGPT for Teachers sudah mengikuti aturan standar privasi pendidikan seperti FERPA di Amerika Serikat.
Aturan FERPA ini dibuat untuk melindungi data siswa supaya tidak jatuh ke tangan yang salah.
Selain keamanan, layanan ini juga menyediakan akses penuh ke GPT-5.1 Auto yang bisa dipakai tanpa batasan pesan.
Guru juga bisa membuat gambar ilustrasi untuk materi pelajaran menggunakan fitur image generation bawaan ChatGPT.
Ada juga fitur yang memungkinkan guru berkolaborasi dengan guru lain dalam satu workspace yang sama.
Workspace tersebut bisa diatur oleh administrator sekolah supaya lebih terkontrol.
Fitur Single Sign-On (SSO) juga disediakan supaya guru lebih mudah login tanpa proses rumit.
OpenAI mengatakan bahwa mereka ingin AI bisa benar-benar membantu pekerjaan guru, bukan menggantikannya.
Dengan adanya layanan gratis hingga 2027, banyak sekolah bisa ikut mencoba tanpa harus keluar biaya.
Banyak guru di Amerika mulai memberi respons positif karena layanan ini dianggap bisa mempercepat proses persiapan pelajaran.
Layanan ini kemungkinan akan berkembang lagi dengan fitur baru seiring waktu.
Guru di Indonesia memang belum dapat akses resmi, tapi peluncuran ini bisa jadi tanda bahwa pendidikan dunia sedang bergerak ke arah yang lebih modern. (m)
Editor : ALengkong