Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Perubahan Besar: Microsoft Copilot Resmi Tinggalkan WhatsApp Mulai 15 Januari 2026

Richard Lawongan • Kamis, 27 November 2025 | 09:46 WIB

Copilot
Copilot

MANADOPOST.ID – Microsoft mengonfirmasi bahwa layanan chatbot AI Copilot tidak akan lagi tersedia di WhatsApp mulai 15 Januari 2026.

Keputusan ini mengikuti kebijakan terbaru dari WhatsApp yang melarang chatbot AI umum memakai WhatsApp Business API untuk melayani pengguna biasa.

Artinya, kalau kamu selama ini chat langsung dengan Copilot lewat WhatsApp, nanti kamu tidak bisa lagi melakukannya lewat aplikasi itu.

Microsoft meminta supaya siapa saja yang ingin menyimpan percakapan dengan Copilot segera mengekspor chat tersebut sebelum tanggal 15 Januari — karena riwayat chat tidak bisa otomatis dipindahkan ke platform lain.

Setelah Copilot hilang dari WhatsApp, Microsoft menyarankan pengguna untuk beralih ke aplikasi resmi Copilot — tersedia untuk ponsel maupun lewat web.

Baca Juga: Kamera Ringkas & Keren: Fujifilm X-T30 III Hadir untuk Penggemar Fotografi Masa Kini

Menurut Microsoft, semua fitur utama Copilot tetap ada di aplikasi atau web resmi, bahkan dengan beberapa tambahan yang tidak tersedia di versi WhatsApp.

Dengan perubahan ini, integrasi AI seperti Chatbot di layanan chatting populer akan semakin dibatasi — setidaknya lewat WhatsApp.

Bagi pengguna yang terbiasa minta bantuan cepat dari Copilot di WhatsApp — misalnya untuk cari info, tugas sekolah, hiburan — mereka perlu adaptasi ke platform baru.

Perubahan kebijakan ini juga menandai bahwa platform pesan (seperti WhatsApp) sekarang memprioritaskan fungsi bisnis dan komunikasi antar manusia, bukan sebagai saluran layanan chatbot publik.

Pengguna dan pecinta AI sebaiknya mulai menjajal aplikasi resmi Copilot agar tetap bisa menikmati kemampuan AI seperti chat cerdas, pembuatan konten, atau bantu tugas.

Meski ada peralihan, ini bukan berarti AI Copilot mati — hanya berubah saluran distribusinya. Microsoft memastikan layanan tetap hidup di luar WhatsApp.

Bagi pelajar dan pengguna biasa, penting untuk simpan tugas, catatan chat penting — sebelum integrasi di WhatsApp benar-benar ditutup.

Keputusan ini juga bisa jadi peluang bagi platform lain untuk menawarkan chatbot AI mereka lewat jalur berbeda — bukan via WhatsApp Business API.

Perubahan semacam ini menunjukkan bagaimana regulasi platform bisa mempengaruhi cara kita mengakses AI sehari-hari.

Tentu, meskipun ada peralihan, pengguna masih bisa mendapatkan layanan AI jika mau belajar menyesuaikan diri ke cara baru.

Bagi kamu yang penasaran — coba cek aplikasi resmi Copilot sekarang supaya saat 15 Januari tiba kamu sudah siap. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#Chatbot AI #Kebijakan Platform #whatsapp #Copilot #Microsoft