MANADOPOST.ID - CEO Google memperingatkan bahwa Amerika Serikat bisa tertinggal dari Cina dalam perkembangan teknologi AI karena terlalu banyak aturan berbeda.
Ia mengatakan bahwa lebih dari seribu rancangan aturan AI muncul di tingkat negara bagian.
Aturan berbeda-beda ini membuat inovasi jadi terhambat.
Google menilai Cina bergerak jauh lebih cepat dalam pengembangan AI.
Negara itu memiliki strategi nasional yang lebih terpusat dan terarah.
Sementara itu, perusahaan di AS harus mengikuti aturan yang tidak sama antar negara bagian.
Kondisi ini membuat perusahaan sulit mengembangkan sistem AI secara luas.
CEO Google menyebut keadaan ini bisa membuat AS kehilangan keunggulan teknologinya.
Ia juga menyoroti bahwa AI adalah teknologi yang punya manfaat besar.
Baca Juga: Alibaba Rilis Quark AI Glasses, Wearable Pintar Penantang Global
Namun AI juga bisa disalahgunakan jika tidak diatur dengan baik.
Karena itu Google mendukung regulasi yang jelas dan konsisten.
Perusahaan berharap ada aturan nasional, bukan aturan yang terpecah-pecah.
Google juga meminta kerja sama internasional dalam menjaga keamanan AI.
Menurut mereka, perkembangan AI terlalu cepat untuk diatur per wilayah kecil.
Persaingan dengan Cina dianggap sebagai tantangan terbesar.
Cina terus meningkatkan investasi dan kebijakan terpusat untuk mendukung AI.
Google menilai langkah lambat AS bisa membuat jurang kompetisi makin jauh.
Para ahli juga mulai khawatir soal masa depan inovasi AI di negara itu.
Jika regulasi tidak dibenahi, ekosistem AI Amerika bisa semakin tertekan.
Google berharap pemerintah segera menyatukan aturan agar inovasi tetap berkembang. (AR)
Editor : Prisilia Rumengan