MANADOPOST.ID - Industri teknologi kembali diguncang dengan munculnya krisis chip memori global akibat lonjakan permintaan AI.
Permintaan chip DRAM dan HBM meningkat tajam dalam satu tahun terakhir.
Lonjakan ini terjadi karena banyak perusahaan fokus mengembangkan AI generasi baru.
Produsen chip dunia kewalahan memenuhi kebutuhan pasar.
Situasi ini membuat harga chip memori mulai naik secara bertahap.
Kondisi ini memengaruhi produksi smartphone dan perangkat elektronik lainnya.
Industri laptop, kamera, dan server juga terkena dampaknya.
Krisis ini mengingatkan pada masa pandemi yang pernah terjadi beberapa tahun lalu.
Namun kali ini penyebab utama berasal dari penggunaan AI yang sangat berat.
Model AI besar membutuhkan kapasitas memori jauh lebih tinggi.
Baca Juga: Samsung Resmi Luncurkan Galaxy Z TriFold, Smartphone Lipat Tiga Pertama di Dunia
Perusahaan harus membeli chip lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan sistem.
Pengiriman chip ke berbagai negara menjadi lebih lambat.
Produsen besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron dipaksa meningkatkan produksi.
Kenaikan harga diperkirakan akan terasa hingga tahun depan.
Banyak pabrik elektronik mulai menyesuaikan jadwal produksi.
Konsumen mungkin akan melihat harga gadget naik dalam waktu dekat.
Pakar memperkirakan krisis ini akan berlangsung cukup lama.
Permintaan AI yang terus tumbuh memperberat kondisi global.
Beberapa perusahaan mulai mencari alternatif chip untuk mengurangi ketergantungan.
Situasi ini menjadi tantangan besar bagi industri teknologi modern.
Dunia berharap pasokan memori kembali stabil secepat mungkin. (AR)
Editor : Prisilia Rumengan