MANADOPOST.ID – Perusahaan pembuat chip asal AS, Marvell, memproyeksikan pendapatan mereka pada kuartal ke-empat 2025 akan melebihi estimasi analis.
Proyeksi ini diumumkan Marvell pada 2 Desember 2025 dalam laporan resmi yang dikutip oleh Reuters.
Menurut Marvell, permintaan global terhadap chip mereka — terutama untuk aplikasi data center dan jaringan 5G — mulai menunjukkan tren positif.
Direksi Marvell menyebut bahwa pasar komputasi awan (cloud computing) dan AI kembali meningkat, mendongkrak kebutuhan chip.
Produksi chip semikonduktor oleh Marvell diperkirakan meningkat selama tiga bulan mendatang.
Hal ini menunjukkan bahwa pasar chip global, yang sempat lesu, mulai membaik.
Analis industri menyambut proyeksi ini sebagai tanda pemulihan sektor semikonduktor.
Baca Juga: Panas Jadi Tantangan Besar Data Center AI, Industri Hadapi Krisis Pendinginan Global
Marvell memproduksi chip khusus untuk networking, storage, dan pusat data — sektor yang sangat dibutuhkan di era AI dan big data.
Perusahaan mengatakan mereka siap memenuhi permintaan klien besar seperti penyedia layanan cloud dan operator telekomunikasi.
Lonjakan permintaan chip ini didorong oleh peningkatan aktivitas data center dan adopsi AI perusahaan global.
Marvell kini optimis dapat melewati tekanan pasar chip global yang terjadi beberapa tahun terakhir.
Pendapatan kuartal IV yang diprediksi lebih tinggi dari estimasi memberi harapan bagi investor dan pelaku industri.
Beberapa investor pun menyambut positif kabar ini — saham Marvell menunjukkan potensi rebound.
Perusahaan juga menyatakan akan terus memperkuat kapasitas produksi dan efisiensi manufakturnya.
Marvell berencana memfokuskan pengembangan pada chip jaringan berperforma tinggi dan efisiensi daya.
Inovasi ini penting untuk mendukung pusat data hemat energi dan cloud masa depan.
Bagi Indonesia dan negara berkembang lainnya, pemulihan sektor chip global bisa berdampak positif pada akses teknologi dan infrastruktur digital.
Marvell menjadi contoh bahwa industri semikonduktor masih dinamis dan mampu bangkit meskipun sempat menghadapi tekanan berat.
(rm)
Editor : Jasinta Bolang