Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

YouTube Siap Patuhi Larangan Media Sosial untuk Remaja di Australia Mulai 2026

Jasinta Bolang • Kamis, 4 Desember 2025 | 13:16 WIB

Photo
Photo

MANADOPOST.ID – Platform video populer YouTube menyatakan akan mematuhi keputusan pemerintah Australian Communications and Media Authority (ACMA) terkait larangan penggunaan media sosial oleh remaja di Australia.

Larangan ini ditetapkan dalam regulasi baru yang akan berlaku mulai 2026 untuk melindungi anak di bawah umur.

Menurut keterangan resmi, YouTube akan menerapkan mekanisme verifikasi usia ketat bagi pengguna asal Australia.

Semua akun baru serta akun lama akan melalui proses verifikasi ulang untuk memastikan umur pengguna minimal sesuai batas regulasi.

YouTube juga akan memperkuat sistem moderasi untuk konten yang disasar pada anak serta meningkatkan pengawasan terhadap konten sensitif.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen YouTube terhadap regulasi lokal, meskipun berpotensi berdampak pada jumlah pengguna remaja di Australia.

Regulasi ini muncul seiring meningkatnya kekhawatiran publik atas dampak media sosial terhadap kesehatan mental dan keselamatan anak.

Baca Juga: Comet AI Resmi Mendarat di Android! Browser Pintar Perplexity Siap Geser Google?

Pemerintah Australia menilai perlindungan anak kini menjadi prioritas nasional di dunia digital.

Selain YouTube, platform lain diperkirakan akan dihadapkan pada regulasi serupa di masa depan.

Perubahan ini bisa menjadi preseden bagi regulasi global terkait penggunaan media sosial oleh anak di bawah umur.

YouTube menyatakan bahwa meskipun patuh, mereka akan memastikan layanan tetap aman tanpa mengorbankan kebebasan berekspresi pengguna dewasa.

Manajemen platform mengatakan akan berkoordinasi dengan regulator untuk memastikan transisi berjalan lancar.

YouTube akan memberi notifikasi kepada pengguna muda dan orang tua soal perubahan aturan serta konsekuensinya.

Banyak organisasi advokasi anak menyambut baik keputusan ini sebagai langkah nyata melindungi generasi muda dari pengaruh negatif konten daring.

Namun ada juga kekhawatiran bahwa pembatasan bisa menghambat kreativitas dan akses informasi positif bagi remaja.

Pakar digital menekankan bahwa selain regulasi, edukasi literasi media penting untuk menjaga keselamatan pengguna muda.

Kebijakan ini bisa mempengaruhi trafik global YouTube jika diterapkan di lebih banyak negara.

YouTube berharap regulasi ini hanya berlaku di Australia dulu, namun tetap mempersiapkan penyesuaian untuk wilayah lain.

Regulasi ini menegaskan tuntutan tanggung jawab platform digital terhadap keamanan anak.

(rm)

Editor : Jasinta Bolang
#konten #Australia #Age #Youtube #media sosial