MANADOPOST.ID
Transport protein adalah protein yang bekerja di membran sel untuk memindahkan molekul masuk dan keluar sel.
Para ilmuwan akhirnya menemukan cara baru untuk membaca kerja transport protein dengan lebih akurat.
Cara ini menggunakan kombinasi kecerdasan buatan atau AI dan informasi khusus bernama post-translational modification atau PTM yang merupakan perubahan pada protein setelah dibuat.
Menurut jurnal Computational Biology and Chemistry - penggabungan data PTM dan PSSM membuat akurasi prediksi meningkat drastis hingga mendekati 90 persen.
1D000553-F1EC-4FD5-9B56-6AA0DA5…
PTM memegang peran penting karena bisa menunjukan perubahan bentuk protein yang mempengaruhi cara protein bekerja.
Peneliti juga memakai position specific scoring matrices atau PSSM yang membantu AI memahami posisi asam amino dalam protein.
1D000553-F1EC-4FD5-9B56-6AA0DA5…
Dengan dua data ini, AI jadi lebih pintar dalam mengenali fungsi transport protein secara detail.
Secara sederhana, AI tidak hanya melihat bentuk dasar protein, tetapi juga perubahan kecil setelah dibuat.
Perubahan kecil ini ternyata bisa menjadi petunjuk besar untuk tahu tugas asli suatu protein dalam sel.
Penelitian ini menguji transport protein mulai dari tugas memindahkan ion hingga membawa molekul besar.
Hasilnya, tingkat prediksi fungsi protein meningkat sampai 87,6 persen dan sub-keluarga protein mencapai 92,45 persen.
1D000553-F1EC-4FD5-9B56-6AA0DA5…
Ini menunjukkan bahwa mesin belajar atau machine learning makin handal dalam menganalisis molekul yang sangat kompleks.
Transport protein termasuk bagian penting dalam tubuh karena tanpa mereka sel tidak bisa mengatur nutrisi atau membuang racun.
Jika transport protein gagal bekerja, tubuh bisa mengalami penyakit serius karena komunikasi antar sel tidak lagi normal.
Dengan metode AI ini, para ilmuwan berharap dapat menemukan cara baru dalam memahami penyakit yang melibatkan protein membran.
Metode ini juga membantu pengembangan obat lebih cepat karena peneliti bisa tahu target protein yang tepat.
Data PTM yang dulu sulit dibaca kini justru jadi kunci utama keberhasilan metode ini.
Dengan kata lain, teknologi bukan hanya membantu menganalisis, tetapi juga membuka rahasia cara protein bekerja.
Metode baru ini dipastikan menjadi acuan untuk penelitian lanjutan di dunia bioinformatika dan kedokteran.
1D000553-F1EC-4FD5-9B56-6AA0DA5…
Dalam waktu dekat, identifikasi protein tidak hanya mengandalkan laboratorium, tetapi juga kecerdasan buatan.
Perpaduan ilmu hayati dan AI kini bukan sekadar konsep, tetapi sudah menjadi kenyataan. (m)
Editor : ALengkong