MANADOPOST.ID - Amazon memperkenalkan teknologi baru yang memungkinkan parfum dibuat menggunakan kecerdasan buatan berdasarkan selera pengguna.
Teknologi ini pertama kali dipamerkan dalam acara AWS re:Invent.
AI di Amazon mampu mencampur aroma dengan akurasi tinggi.
Pengguna cukup memilih gaya aroma yang mereka sukai.
AI langsung meracik kombinasi parfum yang paling cocok dalam hitungan detik.
Perfumer profesional membantu menyempurnakan hasil racikan AI.
Kolaborasi antara AI dan ahli parfum membuat hasilnya lebih stabil.
Teknologi ini menjadi bukti bahwa AI kini masuk ke industri gaya hidup.
Baca Juga: Google Ubah Cara Mencari Informasi dengan Pencarian AI yang Lebih Pintar
Amazon ingin membuat personalisasi parfum lebih mudah diakses.
Para peserta acara bisa mencoba membuat parfum mereka sendiri.
Banyak yang terkejut karena aroma buatan AI terasa sangat profesional.
Industri parfum mulai tertarik dengan pendekatan berbasis data ini.
Teknologi ini juga bisa membantu membuat aroma yang sulit dibuat sebelumnya.
AI mampu menganalisis pola aroma yang disukai jutaan orang.
Hasil analisis itu dipakai untuk menciptakan parfum baru yang unik.
Amazon menyebut teknologi ini akan diperluas ke produk lain di masa depan.
Teknologi ini membuat pengalaman membeli parfum lebih menyenangkan.
Personal branding lewat aroma kini menjadi tren baru di kalangan muda.
AI diprediksi akan mengubah cara industri parfum bekerja secara global.
Amazon menjadi pionir pertama yang membawa AI ke dalam dunia wewangian. (AR)
Editor : Prisilia Rumengan