MANADOPOST.ID – Pemerintah Rusia memutuskan memblokir Snapchat secara penuh dan membatasi layanan panggilan video di FaceTime untuk pengguna di sana.
Keputusan ini diambil sebagai bagian dari regulasi baru terhadap layanan komunikasi online di wilayah Rusia.
Pemblokiran Snapchat membuat pengguna tidak bisa lagi akses aplikasi tersebut secara normal di Rusia — termasuk untuk mengirim pesan, video, dan konten multimedia lain.
Sementara layanan panggilan FaceTime — yang dikenal luas untuk video call — juga dibatasi, sehingga komunikasi jarak jauh menjadi terganggu.
Banyak pengguna di Rusia terkejut karena tiba-tiba kehilangan akses ke aplikasi populer yang mereka gunakan sehari-hari.
Karena Snapchat dan FaceTime diblokir atau dibatasi, pengguna pun mencari alternatif lain untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga.
Baca Juga: AIE 2025 di Makau: Pameran Teknologi Terbesar Asia Selatan Resmi Dibuka
Beberapa mencoba memakai VPN atau aplikasi serupa, meskipun itu tidak selalu menjamin kestabilan atau keamanan.
Bagi pelajar atau remaja yang biasa ngobrol lewat Snapchat atau FaceTime, pemblokiran ini bisa mengecewakan karena kehilangan media komunikasi.
Orang tua juga khawatir jika anak-anak kehilangan jalinan pertemanan digital mereka akibat kebijakan ini.
Pelarangan ini menunjukkan bahwa regulasi internet di tiap negara bisa sangat berbeda — dan akses ke layanan global tidak bisa dianggap selalu tersedia.
Situasi ini mengingatkan bahwa menggunakan layanan global berarti tunduk pada hukum dan kebijakan lokal.
Bagi pengguna di luar Rusia, ini bisa jadi pelajaran bahwa kebebasan digital tidak sama di semua tempat.
Akibat pembatasan, komunitas pengguna — sosial, sekolah, komunitas online — bisa terputus dan membuat komunikasi jadi sulit.
Beberapa pengguna menyayangkan keputusan ini karena mereka merasa kehilangan kebebasan berekspresi dan kebebasan akses internet.
Di sisi lain, pemerintah Rusia menyebut kebijakan ini sebagai langkah untuk mengontrol konten dan menjaga norma lokal.
Namun keputusan ini menuai pro dan kontra — ada yang mendukung regulasi, ada pula yang menolak karena merasa dibatasi.
Bagi developer aplikasi di Rusia, ini jadi pengingat bahwa layanan global harus siap dengan regulasi negara tempat layanan tersedia.
Tak hanya layanan chat — konten video, media sosial, dan fitur komunikasi lain juga bisa terkena dampak jika regulasi berubah.
Pengguna disarankan untuk menyiapkan alternatif komunikasi dan berhati-hati atas kebijakan lokal sebelum menggunakan aplikasi internasional. (aak)
Editor : Richard Lawongan