Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Internet Hampir K.O! Usai AWS & Cloudflare Jatuh, Google–Amazon Sepakat Bentengi Cloud Dunia!

ALengkong • Minggu, 7 Desember 2025 | 13:07 WIB

Setelah outage besar, Google dan Amazon bangun tameng digital baru untuk internet.
Setelah outage besar, Google dan Amazon bangun tameng digital baru untuk internet.


MANADOPOST.ID

Transportasi data internet sempat kacau setelah AWS mengalami gangguan besar yang membuat banyak layanan digital lumpuh.

Menurut Reuters – AWS outage memutus akses layanan global dan memicu kekacauan sistem daring.

Di waktu hampir bersamaan, Cloudflare juga mengalami error sehingga situs Zoom, LinkedIn, dan layanan lain ikut tumbang.

Menurut The Guardian – Cloudflare meminta maaf setelah error kembali menumbangkan ribuan situs dalam sehari.

Kedua gangguan ini membuat internet seakan “rapuh” karena terlalu bergantung pada satu atau dua layanan cloud.

Google dan Amazon akhirnya sepakat memperkuat struktur cloud agar internet tidak mudah tumbang lagi.

Menurut Reuters – kedua raksasa teknologi ini meluncurkan layanan multicloud baru agar koneksi data lebih cepat dan aman.

Multicloud adalah sistem yang membagi layanan ke beberapa cloud sehingga tidak lumpuh bila satu penyedia bermasalah.

Dengan sistem ini, aplikasi dan website bisa berpindah server otomatis tanpa downtime panjang.

AWS outage beberapa waktu lalu menjadi alarm keras bahwa internet bisa “sepi” dalam hitungan menit bila pusatnya jatuh.

Cloudflare error juga menunjukkan bahwa meskipun teknologi maju, kerusakan teknis masih bisa terjadi di tingkat global.

Kerja sama Google dan Amazon ini menciptakan jalur data privat untuk memindahkan informasi lebih aman dan cepat.

Layanan ini bekerja seperti “jalan tol digital” yang bebas macet meskipun traffic internet sedang padat.

Tujuannya agar website, aplikasi, dan layanan video call tetap hidup meski salah satu perusahaan cloud mengalami gangguan.

Solusi ini juga membuat perusahaan digital bisa punya backup lebih kuat tanpa mengganti sistem besar-besaran.

Dengan cara ini, gangguan satu provider tidak lagi otomatis menjatuhkan setengah layanan internet dunia.

Banyak startup dan perusahaan besar dikabarkan mulai tertarik memakai sistem multicloud ini.

Industrinya juga mulai sadar bahwa mengandalkan satu cloud bukan lagi strategi aman.

Gangguan ini jadi pelajaran bahwa internet global butuh “benteng cadangan” agar tidak kolaps tiba-tiba.

Kini seluruh dunia menunggu apakah strategi penguatan cloud ini benar-benar membuat internet lebih stabil di masa depan. (m)

Editor : ALengkong
#GoogleCloud #Multicloud #CloudflareError #InternetSecurity #AmazonWebServices #AWSDown