MANADOPOST.ID – Paramount kembali mengejutkan industri hiburan setelah secara resmi mengajukan tawaran besar untuk mengakuisisi Warner Bros Discovery (WBD).
Langkah ini muncul setelah Netflix sebelumnya menjadi kandidat terkuat untuk mengambil alih WBD.
Paramount, melalui David Ellison, menegaskan bahwa tawaran mereka lebih baik untuk masa depan Hollywood.
Menurut laporan Los Angeles Times, Ellison bahkan menyebut akuisisi oleh Netflix sebagai “kesepakatan yang buruk untuk Hollywood”.
Ellison mengatakan hal tersebut dalam wawancaranya di acara Squawk Box milik CNBC pada 8 Desember 2025.
Ia menjelaskan bahwa ia telah menghabiskan lebih dari 15 tahun bekerja di dunia film dan TV.
Baca Juga: Rowoon Bergabung dalam Film Jepang Lastman First Love sebagai Agen FBI
Karena itu, ia merasa sangat peduli dengan masa depan industri hiburan global.
Ellison mengatakan tawaran Paramount dibuat untuk menjaga keberagaman konten dan keberlangsungan para pekerja industri.
Menurut LA Times, banyak serikat pekerja Hollywood seperti SAG-AFTRA dan WGA khawatir jika Netflix mengambil alih WBD.
Kekhawatiran itu terutama soal pengurangan lapangan kerja dan penyempitan variasi konten.
Mereka juga takut bahwa jika Netflix menguasai banyak studio, persaingan akan jadi tidak sehat.
Netflix juga terkenal dengan pandangan bahwa menonton film di bioskop adalah hal yang “ketinggalan zaman”.
Pernyataan ini memicu kekhawatiran bahwa masa depan bisnis bioskop akan semakin terancam.
Selain pekerja film, beberapa politisi AS juga menolak rencana akuisisi Netflix.
Menurut laporan LA Times, Senator Elizabeth Warren menyebut rencana merger itu sebagai “mimpi buruk”.
Ia menilai penggabungan Netflix dan WBD dapat membuat harga langganan lebih mahal.
Presiden Donald Trump juga mengkritik rencana itu, meski ia menyebut CEO Netflix Ted Sarandos sebagai sosok yang baik.
Ellison mengatakan tawaran Paramount akan lebih mudah lolos dari aturan anti-monopoli.
Paramount berpendapat bahwa jika WBD digabung dengan Netflix, ukurannya akan terlalu besar.
Netflix memiliki lebih dari 300 juta pelanggan, sedangkan WBD memiliki sekitar 128 juta.
Sementara itu, Paramount+ baru memiliki sekitar 79 juta pelanggan secara global.
Gabungan Paramount+ dan HBO Max akan memberi persaingan lebih seimbang dengan Netflix dan Disney+.
Menurut LA Times, Ellison mendapatkan dukungan finansial dari ayahnya, Larry Ellison, pendiri Oracle.
Ia juga mendapat dukungan RedBird Capital Partners, yang pernah mendanai akuisisi Paramount sebelumnya.
Sebagian analis menduga kedekatan keluarga Ellison dengan Trump dapat menjadi keuntungan besar dalam persetujuan regulator.
Namun Ellison menegaskan bahwa ia tidak ingin berbicara atas nama Presiden.
Pihak WBD menyatakan akan mempertimbangkan tawaran Paramount dalam 10 hari ke depan.
Meski begitu, WBD menegaskan bahwa rekomendasi resmi masih mendukung kesepakatan yang sudah ditandatangani dengan Netflix.
Jika WBD memutuskan memilih Paramount, perusahaan itu harus membayar denda pemutusan kontrak sebesar USD 2.8 miliar.
Netflix pun diwajibkan membayar denda USD 5.8 miliar jika merger gagal atau tidak lolos regulator.
Situasi ini membuat persaingan akuisisi menjadi semakin panas dan penuh drama di industri hiburan dunia.
Keputusan akhir WBD diperkirakan akan berdampak besar bagi masa depan film, TV, dan layanan streaming global.
(rm)
Editor : Jasinta Bolang