Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Google Umumkan Kacamata AI Pertama Meluncur 2026, Siap Tantang Meta di Pasar Wearables

Jasinta Bolang • Selasa, 9 Desember 2025 | 13:51 WIB

Google
Google

MANADOPOST.ID – Google akhirnya mengonfirmasi bahwa mereka akan merilis kacamata AI generasi terbaru pada tahun 2026.

Pengumuman ini menunjukkan bahwa Google kini benar-benar serius kembali ke bisnis kacamata pintar.

Menurut laporan resmi Google, perangkat ini akan hadir dalam dua jenis, yaitu versi audio-only dan versi dengan layar tampilan di dalam lensa.

Google mengatakan bahwa kacamata ini akan mendukung interaksi penuh dengan Gemini, asisten AI milik mereka.

Pengguna bisa berbicara langsung dengan Gemini tanpa harus memegang ponsel sama sekali.

Untuk versi layar, Google mengatakan informasi seperti arah navigasi, terjemahan bahasa, hingga pengingat akan muncul langsung di kaca lensa.

Baca Juga: Google Ubah Cara Mencari Informasi dengan Pencarian AI yang Lebih Pintar

Menurut Google, perangkat ini dibuat untuk membantu aktivitas tanpa mengganggu fokus pengguna.

Kabar ini diumumkan Google melalui sebuah posting blog pada Senin waktu AS.

Sementara itu, partner kacamata Google, Warby Parker, ikut mengonfirmasi bahwa produk kolaborasi mereka akan rilis pada 2026.

Google menggandeng tiga perusahaan besar untuk desain hardware: Samsung, Gentle Monster, dan Warby Parker.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen investasi senilai USD 150 juta yang sudah disepakati pada Mei 2025.

Google menyebut seluruh kacamata AI ini akan menggunakan Android XR, sistem operasi baru Google untuk perangkat headset dan realitas campuran.

Kembalinya Google ke bisnis smart glasses bukan tanpa alasan.

Pada Mei lalu, Sergey Brin mengatakan bahwa kegagalan Google Glass di masa lalu terjadi karena AI belum cukup canggih dan rantai pasokan masih lemah.

Brin menjelaskan bahwa hal itu membuat harga Google Glass menjadi terlalu tinggi.

Namun sekarang, katanya, AI jauh lebih kuat dan bisa membantu pengguna tanpa membuat mereka sibuk melihat layar.

Google masuk kembali ke pasar yang kini kompetitif karena Meta sudah lebih dulu sukses.

Ray-Ban Meta Glasses milik Meta mendapatkan sambutan yang besar dari konsumen global.

Kacamata itu dirancang bersama EssilorLuxottica dan dilengkapi Meta AI sebagai asisten digital.

Pada September lalu, Meta merilis versi terbaru dengan layar kecil di lensa yang menampilkan pesan, preview foto, hingga live caption.

Selain Meta, perusahaan seperti Snap dan Alibaba juga sedang memproduksi kacamata AI mereka sendiri.

Ini menunjukkan pasar kacamata AI mulai berkembang, meski ukurannya masih kecil.

Tidak hanya kacamata, Google juga mengumumkan pembaruan software untuk headset Galaxy XR.

Pembaruan itu mencakup fitur yang memungkinkan headset terhubung ke PC Windows, serta mode perjalanan yang bisa digunakan di pesawat dan mobil. (rm)

Editor : Jasinta Bolang
#Wearables #Google #meta #AI #glasses