Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bahaya Banget! FBI Ungkap Foto Instagram Bisa Jadi Alat Penipu Buat ‘Penculikan Virtual’!

ALengkong • Kamis, 11 Desember 2025 | 02:41 WIB

Foto dari media sosial bisa dipakai penipu buat ancaman penculikan virtual.
Foto dari media sosial bisa dipakai penipu buat ancaman penculikan virtual.


MANADOPOST.ID

Foto yang kamu upload di media sosial ternyata bisa dipakai penipu untuk melakukan kejahatan yang disebut “penculikan virtual”.

Menurut Liputan6 — FBI menemukan kasus penipu yang mengambil foto dari internet lalu memanipulasinya agar terlihat seperti bukti seseorang sedang disandera.

Modus ini disebut virtual kidnapping yang berarti penculikan palsu yang hanya terjadi lewat telepon atau pesan tanpa benar-benar ada korban.

Penipu biasanya menghubungi keluarga korban dan mengaku sudah menculik saudara mereka supaya keluarga panik.

Dalam laporan FBI, pelaku sering memakai foto dari Instagram, Facebook, atau platform lain sebagai bahan ancaman agar terlihat meyakinkan.

Menurut IC3 FBI, banyak penipu memakai teknik image alteration yaitu mengubah foto supaya tampak seperti orang tersebut sedang disiksa atau disekap.

Foto manipulasi ini membuat keluarga langsung takut dan tidak sempat berpikir jernih.

Pelaku sering memaksa keluarga untuk segera mengirim uang tebusan tanpa boleh menutup telepon atau memeriksa keberadaan orang yang diklaim diculik.

Dilansir dari Liputan6, FBI menyebut pelaku memanfaatkan foto publik karena banyak pengguna tidak mengatur privasi media sosial dengan benar.

Penipu juga memanfaatkan kepanikan dan waktu yang sangat singkat untuk mencegah korban mengecek kebenaran informasi.

Dalam kasus lain, FBI menjelaskan bahwa penipu bahkan membuat suara tangisan atau teriakan palsu untuk menambah efek dramatis.

Teknik seperti ini disebut social engineering, yaitu cara memanipulasi emosi seseorang agar mudah ditipu.

Banyak korban akhirnya mentransfer uang karena percaya keluarganya benar-benar diculik.

FBI menegaskan bahwa sebagian besar kasus penculikan virtual tidak melibatkan lokasi fisik sama sekali.

Untuk mencegah penipuan ini, FBI menyarankan masyarakat menghubungi langsung anggota keluarga jika menerima ancaman seperti ini.

Selain itu, FBI juga meminta pengguna media sosial untuk membatasi foto pribadi yang bersifat sensitif.

Pengaturan privasi media sosial sangat penting supaya orang asing tidak bisa mengambil foto seenaknya.

Warga juga diminta tetap tenang dan mencari bantuan polisi jika merasa ada yang janggal.

FBI menekankan bahwa penipu makin pintar memanfaatkan teknologi dan foto online, jadi masyarakat harus lebih hati-hati.

Jangan pernah langsung percaya pesan ancaman yang meminta uang tanpa bukti jelas.

Jika menerima kiriman foto yang terlihat aneh, coba perhatikan detailnya seperti latar belakang, cahaya, dan bentuk tubuh apakah tampak tidak wajar.

Langkah kecil seperti mengecek ulang bisa mencegah kita dari kehilangan uang dalam jumlah besar.

Edukasi tentang penipuan digital sangat penting supaya semua orang bisa lebih siap menghadapi ancaman online.

Kasus penculikan virtual ini jadi pengingat bahwa dunia digital juga penuh jebakan berbahaya jika kita tidak hati-hati.

(m)

Editor : ALengkong
#virtual kidnapping #FBI #keamanan digital #Penipuan online #media sosial #cybercrime