Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Indonesia Jadi Sumber Serangan Siber Terbesar di Dunia, Cloudflare Ungkap Lonjakan Aktivitas DDoS

Richard Lawongan • Kamis, 11 Desember 2025 | 13:45 WIB

Photo
Photo

MANADOPOST.ID – Laporan terbaru dari Cloudflare memunculkan perhatian besar setelah mengungkap bahwa Indonesia menjadi sumber serangan DDoS terbesar di dunia dalam satu tahun penuh.

Indonesia disebut berada di posisi teratas selama empat kuartal berturut-turut menurut laporan Q3 DDoS Threat Cloudflare yang dirilis pada 3 Desember lalu.

Menurut Cloudflare, tujuh dari sepuluh sumber serangan DDoS terbesar berasal dari Asia, dan Indonesia menjadi negara dengan kontribusi paling tinggi.

Dalam laporannya yang dikutip CNN Indonesia, Cloudflare menyebut Indonesia sudah menduduki peringkat pertama sejak kuartal ketiga tahun 2024.

Dilansir dari laporan tersebut, sebelum periode puncak ini Indonesia memang selalu berada di jajaran negara dengan sumber serangan terbesar.

Baca Juga: Kemkominfo Ungkap Arah Baru Pembangunan Digital Indonesia untuk Masa Depan

Pada kuartal kedua tahun 2024, Indonesia menempati posisi kedua sebelum akhirnya naik ke peringkat pertama beberapa bulan kemudian.

Data ini memperlihatkan adanya peningkatan besar dalam aktivitas serangan DDoS yang keluar dari jaringan internet Indonesia.

Cloudflare juga mencatat bahwa dalam lima tahun terakhir, permintaan serangan HTTP DDoS yang berasal dari Indonesia meningkat sebesar 31,9 persen.

Daftar negara dengan sumber serangan DDoS terbesar menunjukkan posisi Indonesia tidak berubah dari laporan sebelumnya.

Negara lain yang berada di peringkat teratas antara lain Thailand, Bangladesh, Ekuador, dan Rusia.

Laporan Cloudflare juga menyoroti botnet bernama Aisuru yang menjadi penyebab utama melonjaknya skala serangan pada kuartal ketiga 2025.

Botnet Aisuru disebut memiliki antara satu hingga empat juta host yang terinfeksi secara global.

Menurut Cloudflare, Aisuru melakukan serangan DDoS hiper-volumetrik yang mencapai lebih dari 1 Tbps dan 1 miliar paket per detik.

Laporan itu juga mencatat kenaikan serangan hiper-volumetrik sebesar 54 persen secara kuartal ke kuartal.

Rata-rata terdapat sekitar 14 serangan besar setiap hari yang dilakukan oleh botnet tersebut.

Puncak serangan tercatat mencapai 29,7 Tbps dan 14,1 Bpps, yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya.

Aisuru menargetkan berbagai sektor seperti telekomunikasi, game online, layanan hosting, dan layanan keuangan.

Besarnya serangan ini bahkan dilaporkan berdampak pada gangguan internet luas di Amerika Serikat.

Menurut laporan Krebs on Security, gangguan tersebut terjadi karena volume besar lalu lintas botnet yang melewati jaringan ISP.

Cloudflare juga mencatat bahwa sebagian besar serangan berlangsung kurang dari 10 menit tetapi tetap meninggalkan kerusakan besar pada sistem.

Serangan singkat ini membuat tim teknis harus melakukan proses panjang untuk memulihkan data dan mengembalikan layanan secara aman.

Hingga berita ini dituliskan, CNN Indonesia menyebut belum ada tanggapan resmi dari BSSN maupun Kementerian Komunikasi dan Digital.

Laporan ini menjadi peringatan penting bagi industri digital Indonesia agar memperkuat keamanan siber di tengah meningkatnya ancaman global. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#cyberattack #InternetIndonesia #Cloudflare #KeamananSiber #DDos Attack