MANADOPOST.ID - Saham Oracle dilaporkan turun tajam setelah hasil kinerja perusahaan dinilai tidak memenuhi ekspektasi investor.
Investor menilai pertumbuhan Oracle tidak secepat yang dijanjikan.
Laporan keuangan perusahaan menunjukkan pendapatan melambat.
Perlambatan ini membuat pasar bereaksi cukup negatif.
Banyak analis menyoroti investasi besar Oracle pada pusat data.
Investasi ini dianggap belum memberikan dampak signifikan.
Oracle juga meningkatkan belanja untuk teknologi kecerdasan buatan.
Pengeluaran tinggi ini memicu kekhawatiran di kalangan investor.
Baca Juga: OpenAI Kembangkan Perangkat AI Baru dengan Chip Khusus untuk Pemrosesan Lebih Cepat
Sebagian investor menganggap strategi ini terlalu agresif.
Pertumbuhan perusahaan di sektor cloud juga dinilai kurang optimal.
Oracle menyatakan masih dalam tahap ekspansi besar-besaran.
Ekspansi ini memerlukan waktu sebelum keuntungan terlihat.
Perusahaan tetap yakin investasi AI akan memberi hasil jangka panjang.
Namun pasar menginginkan bukti yang lebih cepat dan konkret.
Reaksi negatif ini menekan kapitalisasi pasar Oracle.
Sejumlah investor bahkan mulai mengurangi kepemilikan saham.
Oracle berusaha meyakinkan investor mengenai prospek masa depan.
Perusahaan percaya strategi digital mereka tetap berada di jalur yang benar.
Para analis masih melihat peluang pertumbuhan di sektor cloud dan AI.
Meski saham turun, Oracle yakin dapat kembali stabil dalam waktu dekat. (AR)
Editor : Prisilia Rumengan