Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Tren AI 2026 Menurut IBM Bisa Bantu Perkuat Usaha & Ekonomi Digital

Richard Lawongan • Senin, 15 Desember 2025 | 18:42 WIB

Artificial Intelligence
Artificial Intelligence

MANADOPOST.ID – IBM mengungkap bahwa tren kecerdasan buatan (AI) di tahun 2026 akan memberi dorongan besar bagi dunia usaha di berbagai sektor.

Menurut laporan dan studi IBM, banyak perusahaan telah mulai memanfaatkan AI untuk meningkatkan daya saing mereka dalam pasar global.

Salah satu tren penting adalah adopsi agentic AI, yaitu AI yang tidak hanya membantu menjawab pertanyaan tetapi juga menjalankan tugas otomatis yang kompleks.

IBM menyebut kini pemimpin bisnis semakin sadar bahwa AI bukan lagi sekadar alat eksperimen, tapi bagian penting dari strategi pertumbuhan mereka.

Dalam banyak industri, teknologi seperti generative AI diperkirakan akan terus berkembang dan membantu proses keputusan yang lebih cepat.

Data dari studi IBM juga menunjukkan bahwa banyak organisasi telah meningkatkan investasi pada AI selama 2024 dan berencana terus meningkatkannya sampai 2025.

Baca Juga: Heboh! Pengguna ChatGPT Plus Bilang Ada Iklan Terselubung, OpenAI Akhirnya Buka Suara!

Tren lain yang muncul adalah kebutuhan untuk memadukan AI dengan strategi transformasi digital yang lebih luas.

Perusahaan-perusahaan di Eropa misalnya, melaporkan bahwa mayoritas sudah membuat kemajuan positif dalam strategi AI mereka dan memperluas anggaran untuk fitur AI tahun depan.

Investasi ini mencakup peningkatan penggunaan AI tidak hanya dalam teknologi IT saja, tetapi juga di operasional bisnis seperti penjualan, pemasaran, dan layanan pelanggan.

IBM memprediksi bahwa banyak perusahaan akan mulai menggabungkan AI agen yang bisa bekerja bersama manusia untuk meningkatkan produktivitas.

Dengan penerapan AI ini, proses rutin seperti layanan pelanggan bisa ditangani otomatis, sehingga tim bisa fokus pada strategi kreatif yang lebih penting.

IBM juga menekankan pentingnya reskilling tenaga kerja agar bisa berkolaborasi efektif dengan AI di masa depan.

Studi IBM menemukan bahwa banyak perusahaan melihat peningkatan produktivitas saat karyawan dibekali keterampilan AI yang relevan.

Dengan strategi yang tepat, AI bisa membantu perusahaan kecil dan menengah bersaing lebih kuat dengan perusahaan besar.

Salah satu fokus utama adalah penggunaan data dan analisis AI untuk menemukan peluang usaha baru sekaligus memperkuat inovasi produk.

Perusahaan yang memanfaatkan AI secara aktif biasanya melaporkan pengurangan biaya operasional dan peningkatan kepuasan pelanggan.

IBM mengatakan bahwa tren ini juga dipicu oleh kebutuhan global akan transformasi digital di tengah persaingan ekonomi dunia.

Selain itu, pelaku industri juga melihat bahwa AI dapat membantu dalam menghadapi perubahan permintaan pasar secara cepat dan akurat.

Dengan tren AI yang semakin matang, tahun 2026 diperkirakan jadi titik penting bagi bisnis yang berhasil mengintegrasikan AI dalam operasional mereka.

Bagi pelaku usaha, pemahaman terhadap tren AI ini menjadi kunci agar tidak tertinggal di era digital yang cepat berubah.

Penerapan AI bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal strategi bisnis yang efektif untuk masa depan yang lebih kompetitif. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#Tren AI 2026 #kecerdasan buatan #transformasi digital #Teknologi Bisnis #IBM