MANADOPOST.ID - Penggunaan teknologi kecerdasan buatan di perusahaan Italia dilaporkan meningkat dua kali lipat dalam satu tahun terakhir.
Laporan ini menunjukkan minat bisnis terhadap AI terus bertumbuh.
Meski meningkat jumlahnya masih tergolong kecil secara persentase.
Banyak perusahaan Italia masih ragu mengadopsi AI sepenuhnya.
Biaya implementasi menjadi salah satu kendala utama.
Kurangnya tenaga kerja terampil juga memperlambat adopsi.
Sebagian perusahaan belum memahami manfaat AI secara praktis.
AI sebenarnya dapat membantu efisiensi operasional bisnis.
Baca Juga: TIME Nobatkan “Architects of AI” sebagai Person of the Year 2025
Teknologi ini mampu mempercepat analisis data perusahaan.
AI juga dapat meningkatkan layanan pelanggan secara otomatis.
Namun banyak pelaku usaha masih bergantung pada cara lama.
Pemerintah Italia mulai mendorong transformasi digital nasional.
Program pelatihan AI diperluas untuk tenaga kerja lokal.
Tujuannya agar perusahaan lebih siap bersaing secara global.
Negara lain di Eropa telah lebih dulu memanfaatkan AI.
Perbedaan kecepatan ini berpotensi memengaruhi daya saing Italia.
Para analis menilai edukasi AI menjadi kunci utama.
Kolaborasi antara pemerintah dan industri sangat dibutuhkan.
Perusahaan kecil juga perlu akses teknologi yang terjangkau.
AI bukan lagi teknologi masa depan melainkan kebutuhan saat ini.
Italia masih punya peluang besar jika adopsi dilakukan lebih cepat. (AR)
Editor : Prisilia Rumengan