Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Ancaman Malware DroidLock Mengintai Pengguna Android, Ini yang Perlu Diwaspadai

Richard Lawongan • Rabu, 17 Desember 2025 | 14:26 WIB

Photo
Photo

MANADOPOST.ID – Pengguna Android diminta lebih waspada setelah muncul laporan tentang malware bernama DroidLock yang bisa mengunci ponsel dan mencuri data penting.

Malware adalah perangkat lunak berbahaya yang dibuat untuk merusak sistem atau mencuri informasi tanpa izin pengguna.

Menurut laporan CNN Indonesia, DroidLock termasuk jenis malware yang menyamar sebagai aplikasi biasa di ponsel Android.

Aplikasi berbahaya ini sering terlihat seperti aplikasi utilitas, hiburan, atau alat tambahan yang tampak aman saat diunduh.

Setelah terpasang, DroidLock akan meminta izin akses yang berlebihan kepada pengguna.

Baca Juga: Bocoran Terbaru Ungkap iPhone Fold Akan Punya Touch ID Samping

Izin ini biasanya mencakup akses ke sistem, penyimpanan, dan pengaturan keamanan ponsel.

Jika izin diberikan, malware dapat mengambil alih kendali perangkat secara diam-diam.

DroidLock diketahui mampu mengunci layar ponsel sehingga pengguna tidak bisa mengakses perangkatnya sendiri.

Kondisi ini sering disebut sebagai screen lock attack, yaitu serangan yang mengunci layar korban.

Dalam beberapa kasus, korban diminta membayar tebusan agar ponsel bisa dibuka kembali.

Serangan semacam ini juga dikenal sebagai ransomware, yaitu malware yang meminta uang tebusan.

Menurut laporan, DroidLock menargetkan pengguna Android yang menginstal aplikasi dari luar Play Store.

Aplikasi dari sumber tidak resmi memang lebih berisiko membawa malware.

Selain mengunci layar, DroidLock juga dapat mencuri data pribadi pengguna.

Data yang diincar bisa berupa foto, pesan, hingga informasi akun.

Malware ini bekerja secara diam-diam sehingga korban sering tidak sadar saat awal terinfeksi.

Pengguna biasanya baru menyadari setelah ponsel terkunci atau muncul pesan mencurigakan.

Para ahli keamanan menyarankan pengguna untuk selalu mengecek izin aplikasi sebelum menginstal.

Aplikasi yang meminta izin tidak wajar patut dicurigai.

Mengaktifkan fitur keamanan bawaan Android juga bisa membantu mencegah serangan malware.

Pengguna disarankan rutin memperbarui sistem operasi agar celah keamanan tertutup.

Antivirus khusus Android juga dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan.

Menurut CNN Indonesia, kesadaran pengguna menjadi kunci utama mencegah penyebaran DroidLock.

Menghindari tautan mencurigakan dan file asing sangat dianjurkan.

Jika ponsel sudah terinfeksi, pengguna disarankan segera mematikan koneksi internet.

Langkah berikutnya adalah melakukan pemindaian keamanan atau reset perangkat jika diperlukan.

Kasus DroidLock menjadi pengingat bahwa ancaman siber terus berkembang.

Pengguna Android perlu lebih cermat dan tidak sembarang menginstal aplikasi.

Keamanan ponsel kini sama pentingnya dengan keamanan komputer.

Dengan kebiasaan digital yang lebih aman, risiko serangan malware bisa ditekan.

Pengguna diharapkan tidak mengabaikan peringatan keamanan di ponsel mereka.

Waspada sejak awal akan membantu menghindari kerugian yang lebih besar di kemudian hari. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#DroidLock #Virus Ponsel #keamanan siber #keamanan digital #Malware Android