Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

WOW! Cara Baru Ilmuwan Memprediksi Protein Tubuh Manusia dengan Akurasi Lebih Tinggi

ALengkong • Jumat, 19 Desember 2025 | 10:06 WIB

Perubahan kecil, dampak besar! PTM bikin prediksi protein makin akurat.
Perubahan kecil, dampak besar! PTM bikin prediksi protein makin akurat.


MANADOPOST.ID

Protein adalah bagian kecil di dalam tubuh yang punya peran besar dalam menjaga kehidupan manusia.

Salah satu jenis protein yang sangat penting adalah protein transpor membran, yaitu protein yang bertugas memindahkan zat masuk dan keluar sel.

Tanpa protein transpor membran, sel tidak bisa menerima nutrisi dan membuang zat berbahaya.

Masalahnya, membedakan jenis protein transpor ini tidak mudah dan butuh metode yang akurat.

Para ilmuwan selama ini mengandalkan komputer untuk memprediksi jenis protein berdasarkan bentuk dan susunan asam amino.

Namun, metode lama sering kali kurang akurat karena hanya melihat struktur dasar protein.

Sebuah penelitian terbaru menawarkan cara baru yang lebih cerdas dan akurat.

Penelitian ini menambahkan informasi Post-Translational Modification atau PTM ke dalam proses analisis.

PTM adalah perubahan kecil pada protein setelah terbentuk yang bisa memengaruhi fungsi protein tersebut.

Menurut ScienceDirect, PTM dapat mengubah lokasi, kestabilan, dan cara kerja protein di dalam sel.

Selain PTM, peneliti juga menggunakan Position-Specific Scoring Matrix atau PSSM yang berfungsi membaca pola evolusi protein.

Dengan menggabungkan PTM dan PSSM, komputer dapat mengenali protein seperti membaca sidik jari.

Metode ini dijalankan menggunakan Radial Basis Function Network, yaitu jenis kecerdasan buatan yang meniru cara otak manusia berpikir.

Hasilnya, sistem ini mampu mengklasifikasikan protein transpor ke dalam tiga kelas utama dengan akurasi tinggi.

Tidak hanya itu, enam keluarga protein transpor juga berhasil dikenali dengan tingkat ketepatan di atas 90 persen.

Menurut jurnal Computational Biology and Chemistry, akurasi metode ini meningkat hingga 12 persen dibanding penelitian sebelumnya.

Uji coba dilakukan pada ribuan data protein agar hasilnya benar-benar bisa dipercaya.

Penelitian ini sangat membantu dunia medis dan biologi dalam memahami cara kerja sel.

Dengan metode ini, ilmuwan bisa lebih cepat menemukan protein penyebab penyakit.

Ke depan, teknik ini bisa membantu pengembangan obat dan terapi yang lebih tepat sasaran.

Penelitian ini juga membuka peluang besar untuk riset bioinformatika di masa depan.

Dengan bahasa sederhana, bisa dibilang komputer kini makin pintar membaca rahasia tubuh manusia.

(m)

Editor : ALengkong
#protein #sains #kecerdasan buatan #Kesehatan #Teknologi #Biologi