Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

TikTok Ambil Langkah Strategis dengan Investor agar Tetap Beroperasi di AS

Richard Lawongan • Jumat, 19 Desember 2025 | 19:08 WIB

TikTok
TikTok

MANADOPOST.ID – TikTok mencapai kesepakatan besar untuk menyerahkan kendali sebagian besar operasi bisnisnya di Amerika Serikat kepada konsorsium investor dari luar China agar bisa terus beroperasi di pasar tersebut.

Kesepakatan ini diumumkan dalam memo internal yang ditandatangani oleh CEO TikTok Shou Zi Chew dan kini memulai fase baru dalam struktur kepemilikan TikTok di AS.

Investor yang terlibat dalam kesepakatan tersebut adalah Oracle, Silver Lake, dan MGX, yang bersama-sama akan membentuk entitas baru bernama TikTok USDS Joint Venture LLC.

Konsorsium ini nantinya akan memegang 45 persen dari keseluruhan saham bisnis TikTok di AS, sementara ByteDance hanya akan mempertahankan sekitar 19,9 persen saja.

Entitas baru joint venture ini akan bertanggung jawab pada aspek yang berkaitan dengan keamanan data pengguna AS.

Beberapa tugasnya mencakup perlindungan data, keamanan algoritma, moderasi konten, serta software assurance agar memenuhi aturan keamanan nasional AS.

Baca Juga: Google Hadirkan Gemini 3 Flash sebagai Otak AI Utama di Aplikasi Gemini

Sebelumnya, pemerintah AS sempat mengancam akan melarang TikTok jika ByteDance tetap memegang kendali penuh atas operasi di negara itu.

Langkah penyerahan ini dibuat agar TikTok bisa menghindari potensi larangan total di AS yang sudah lama menjadi ancaman karena masalah keamanan data.

Kesepakatan ini juga mendapat dukungan dari keputusan politik yang dibuat oleh pemerintah AS tahun lalu.

CEO TikTok mengatakan langkah ini penting untuk terus melayani lebih dari 170 juta pengguna TikTok di Amerika Serikat.

Meski ByteDance tetap punya sebagian kepemilikan, sebagian besar kekuasaan operasi kini berada di tangan investor AS.

Perubahan struktur ini dilakukan agar bisnis TikTok di AS dapat mematuhi aturan baru yang menuntut kontrol lebih besar oleh pihak lokal.

Oracle akan jadi mitra yang bertanggung jawab atas penyimpanan data pengguna AS melalui sistem cloud yang aman.

Investor lainnya, seperti Silver Lake dan MGX, membawa dukungan modal dan keahlian teknologi untuk mengelola operasi TikTok.

Kesepakatan tersebut secara resmi dijadwalkan untuk ditutup pada 22 Januari 2026, setelah semua persyaratan hukum dipenuhi.

Bagian penting dari perjanjian ini adalah pemisahan operasi, di mana data dan algoritma akan dikendalikan oleh entitas baru agar sepenuhnya sesuai dengan hukum AS.

Namun ByteDance masih akan terlibat dalam aspek komersial seperti iklan dan e-commerce global TikTok yang tidak termasuk dalam entitas AS.

Investor berharap perubahan ini dapat memberikan kepastian masa depan bagi TikTok dan menciptakan hubungan yang lebih kuat antara perusahaan dan pasar AS.

Beberapa analis menilai bahwa perjanjian ini adalah hasil dari tekanan politik yang berlangsung bertahun-tahun terkait kekhawatiran pengaruh asing.

Langkah ini juga bisa membuka peluang TikTok tetap mengembangkan fitur dan layanan tanpa risiko larangan lain di kemudian hari.

Para pengguna TikTok di AS diperkirakan tidak akan melihat perubahan besar dalam pengalaman aplikasi sehari-hari meskipun perubahan internal berlangsung.

Kesepakatan ini dianggap sebagai titik balik penting dalam hubungan antara perusahaan teknologi besar dan regulasi keamanan di AS. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#ByteDance #joint venture #keamanan data #Tiktok AS #investor Oracle