MANADOPOST.ID – Zara kini mulai menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan gambar fashion yang menampilkan model manusia asli dalam berbagai busana.
Langkah ini dilakukan Zara untuk mempercepat proses pembuatan gambar promosi dan pemasaran produk di katalog online mereka.
Teknologi AI tersebut digunakan untuk memodifikasi foto model nyata dengan cepat agar menampilkan berbagai set pakaian tanpa harus lakukan pemotretan fisik setiap kali.
Zara mengikuti jejak pesaing seperti H&M dan Zalando yang juga sudah mulai menerapkan AI dalam pembuatan gambar fashion mereka.
Inditex, perusahaan induk Zara, menegaskan bahwa penggunaan AI hanya melengkapi proses kreatif yang sudah ada dan tidak menggantikan tim kreatif sepenuhnya.
Perusahaan juga memastikan hubungan kerja yang baik dengan para model yang gambarnya diubah melalui AI tetap dijalankan berdasarkan kesepakatan saling menyetujui.
Baca Juga: TikTok Ambil Langkah Strategis dengan Investor agar Tetap Beroperasi di AS
Model yang gambarnya akan dipakai dalam teknik AI ini tetap diberi kompensasi setara dengan biaya pemotretan biasa.
Strategi ini membuat proses pembuatan gambar jadi lebih efisien karena tidak perlu lagi mengatur jadwal pemotretan di studio untuk setiap pakaian baru.
Dengan AI, Zara bisa menciptakan variasi gambar produk baru lebih cepat dan merespon tren fashion yang berubah cepat.
Namun, beberapa pihak dalam industri fashion mengkhawatirkan penggunaan AI ini bisa memengaruhi peluang kerja fotografer dan kru produksi pemotretan.
Isabelle Doran, CEO Association of Photographers di London, menyatakan AI mungkin mengurangi jumlah pemotretan tradisional yang dibutuhkan.
Para fotografer pemula atau kru produksi juga bisa merasakan dampaknya karena lebih sedikit proyek yang memerlukan pemotretan manual.
Meskipun begitu, Zara menekankan bahwa AI hanya alat tambahan dan kreativitas manusia tetap penting dalam kampanye mereka.
Zara telah lama dikenal dengan kemampuan merek cepat mengikuti tren fashion dunia yang berubah cepat.
Langkah penggunaan AI ini dianggap bagian dari perkembangan digital di industri fashion yang makin menggabungkan kreativitas dengan teknologi.
Inditex juga aktif menjaga hubungan baik dengan para fotografer ternama yang karya mereka dipamerkan melalui galeri mereka di Spanyol.
Galeri MOP Foundation sering menampilkan karya fotografer fashion seperti Annie Leibovitz dan Steven Meisel.
Berbagai foto karya fotografer terkenal ini menunjukkan komitmen Zara pada seni fotografi fashion.
CEO Inditex Marta Ortega pernah berbicara tentang pentingnya fotografi mode dalam mempertahankan estetika tinggi merek.
Zara juga sedang mencoba memposisikan merek mereka sedikit lebih upmarket dengan desain toko flagship yang lebih besar dan elegan.
Meski penggunaan AI masih dianggap kontroversial, banyak perusahaan fashion besar lainnya juga mengeksplorasi hal serupa.
Perubahan ini menunjukkan bahwa di masa depan, kombinasi antara AI dan manusia akan semakin umum di dunia fashion. (aak)
Editor : Richard Lawongan