MANADOPOST.ID - Kesadaran menjaga kesehatan mental di tengah ritme kerja yang semakin cepat menjadi fokus kegiatan edukatif yang digelar di Ballroom hotel ARYADUTA Manado pada Selasa (18/2/2026).
Hotel tersebut memadukan seminar psikologi dengan aksi sosial donor darah dalam satu rangkaian acara yang menarik perhatian peserta dari berbagai kalangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye nasional “Tjakap Djiwa” yang diinisiasi ARYADUTA Hotels Group sepanjang Januari hingga April setiap tahun.
Program tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan kesehatan fisik dan mental, khususnya bagi para pekerja yang rentan mengalami tekanan.
Dalam sesi talkshow, psikolog Anasthasya F. Litelnoni membahas cara mengenali gejala stres, mencegah kelelahan emosional, serta strategi sederhana menjaga stabilitas mental.
Materi yang disampaikan semakin komprehensif karena kegiatan ini turut didukung tenaga medis dari Siloam Hospitals Manado.
Perwakilan manajemen hotel menegaskan kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari komitmen menciptakan lingkungan kerja yang sehat.
“Isu kesehatan mental, terutama burnout di tempat kerja, adalah hal nyata yang sering diabaikan. Kami ingin menghadirkan ruang aman agar karyawan dan mitra merasa didukung, karena ketika pikiran sehat, produktivitas pun meningkat,” ujar Stevany Balebu selaku Human Resources Manager.
Selain sesi edukasi, aksi donor darah bersama PMI Kota Manado juga menjadi sorotan.
Setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan peserta, panitia berhasil mengumpulkan 30 kantong darah yang siap disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Asst. Marcomm Manager hotel, Svenpry Mononimbar, menilai antusiasme peserta menjadi indikator kuat bahwa isu kesehatan mental kini semakin mendapat perhatian.
“Kami ingin hotel ini dikenal bukan hanya sebagai tempat menginap, tetapi juga ruang yang mendorong gaya hidup sehat luar dan dalam. Melihat partisipasi hari ini, kami sangat mengapresiasi dukungan semua pihak,” katanya.
Acara tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari personel Korem 131/Santiago, perwakilan pemerintah kelurahan, mitra korporasi seperti Bank Nobu, hingga pelaku industri perhotelan dan tamu hotel.
Kehadiran lintas sektor itu menegaskan bahwa perhatian terhadap kesehatan mental dan aksi sosial kini menjadi gerakan bersama, bukan lagi isu yang dipandang sebelah mata. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos