Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dari Bazaar ke Kafe Estetik, The Black Box “Homeground” Mendefinisikan Ulang Cara Manado Menikmati Kopi

Kenjiro Tanos • Kamis, 2 April 2026 | 21:38 WIB
The Black Box "Homeground"
The Black Box "Homeground"

 

MANADOPOST.ID - Di tengah ramainya bisnis kafe di Manado, satu nama belakangan ini mulai mencuri perhatian: The Black Box “Homeground”.

Berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman No.151, Komo Luar, kafe ini tak hanya ramai karena kopi dan dessert-nya, tetapi juga karena konsepnya yang terasa “beda” dari kebanyakan tempat nongkrong di kota ini.

Di balik Black Box, ada sosok muda, Caine Setiono yang justru baru pertama kali terjun ke dunia food and beverage.

Lulusan bisnis dari Universitas Prasetiya Mulya ini sebelumnya dikenal sebagai fotografer produk. Namun, sebuah momen sederhana di awal 2025 menjadi titik balik perjalanan bisnisnya.

Saat mengikuti bazaar kuliner di Manado Town Square (Mantos), Caine tidak hanya menawarkan jasa fotografi, tetapi juga mencoba menjual dessert dan minuman. Respons yang ia terima di luar dugaan.

“Ternyata banyak yang suka dengan kue-kue yang dijual,” ujar cowok berusia 24 tahun ini.

Dari sana, keyakinan mulai terbentuk. Ia melihat peluang yang nyata, lalu memutuskan untuk melangkah lebih jauh dengan membuka kafe.

Keputusan itu juga dipengaruhi pengalaman pribadinya saat kembali ke Manado setelah kuliah di Jakarta.

Ia merasa belum menemukan kafe yang benar-benar sesuai dengan seleranya. Dari situlah muncul dorongan untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda lewat Black Box.

Meski bukan berasal dari latar belakang perkopian, Caine tidak setengah-setengah dalam mempersiapkan usahanya.

Ia melakukan riset mendalam, mencari referensi hingga ke Jakarta dan Bali, demi memastikan konsep yang dihadirkan matang dan relevan.

Ia memilih untuk tidak menghadirkan menu yang terlalu banyak. Fokusnya sederhana: setiap produk harus jelas enak. Prinsip itu diterapkan baik pada minuman maupun makanan yang disajikan.

Untuk kopi, ia menekankan penggunaan biji berkualitas, bukan sekadar mengandalkan sirup.

Sementara untuk pastry dan dessert, proses riset dan pengembangan dilakukan berulang kali hingga menemukan rasa yang sesuai dengan standarnya.

Setelah melalui berbagai persiapan dan membangun tim, Black Box akhirnya resmi dibuka pada 18 November 2025. Namun, tantangan langsung datang di awal operasional.

Alih-alih sepi, kafe ini justru disambut antusias oleh pengunjung. Lonjakan pelanggan sempat membuat tim kewalahan, meski akhirnya bisa diatasi seiring berjalannya waktu.

Di tengah persaingan dan kenaikan harga bahan baku, Caine tetap memilih untuk mempertahankan kualitas. Ia bahkan menegaskan tidak akan menurunkan standar hanya demi menekan biaya.

“Saya tetap mempertahankan identitas Black Box. Tidak mau cari bahan murah supaya bisa masuk,” katanya.

Nama “Black Box” sendiri dipilih bukan tanpa alasan. Warna hitam dianggap merepresentasikan sesuatu yang intens—seperti kopi yang menjadi inti dari kafe ini.

Konsep tersebut juga sejalan dengan tagline mereka, #WeGoAllOut, yang tercermin dari keseluruhan desain dan pengalaman di dalam kafe.

Interior dengan nuansa gelap, pencahayaan semi-remang, hingga penataan ruang yang detail membuat Black Box terasa lebih dari sekadar tempat ngopi.

Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk menikmati menu seperti sourdough breakfast atau cheesecake andalan, tetapi juga untuk berfoto dan membuat konten.

Istilah “Homeground” yang disematkan pada nama kafe ini juga punya makna khusus. Bagi Caine, tempat ini adalah “rumah pertama” dari perjalanan bisnisnya yang masih panjang.

Ia berharap ke depan Black Box bisa berkembang dengan membuka cabang baru, seiring dengan semakin solidnya tim yang ia bangun.

Kini, Black Box “Homeground” buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WITA. Dari sebuah percobaan kecil di bazaar, kafe ini tumbuh menjadi salah satu spot yang mulai diperhitungkan di Manado—membawa konsep, rasa, dan pengalaman yang tidak biasa. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#Black Box Manado #kafe hits Manado #coffee shop Manado #Caine Setiono #tempat nongkrong Manado