Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

XPeng: Robotaxi dan Robot Humanoid

ALengkong • Selasa, 14 April 2026 | 16:59 WIB
Xpeng Iron Robot mpmeta
Xpeng Iron Robot
mpmeta

 

manadopost.id - Perusahaan mobil listrik asal China, XPeng, kini tidak lagi hanya fokus pada kendaraan, tetapi mulai bergerak agresif ke dunia kecerdasan buatan (AI) dan robotika, dengan menghadirkan robotaxi tanpa sopir serta robot humanoid yang sangat mirip manusia. Langkah ini menunjukkan bahwa masa depan teknologi tidak hanya soal mobil listrik, tetapi juga tentang bagaimana mesin bisa bergerak, berpikir, dan berinteraksi seperti manusia.

Dalam sebuah acara besar bertajuk AI Day, XPeng memperkenalkan visi mereka tentang “physical AI”, yaitu teknologi AI yang tidak hanya hidup di software, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk fisik seperti mobil otonom dan robot humanoid. Salah satu fokus utama mereka adalah robotaxi, yaitu kendaraan tanpa sopir yang dirancang untuk beroperasi secara mandiri di jalan raya. Perusahaan ini bahkan berencana mulai menguji robotaxi di berbagai kota di China dan menargetkan peluncuran lebih luas dalam waktu dekat.

Yang membuat proyek ini menarik adalah penggunaan chip AI buatan sendiri bernama “Turing”. Setiap robotaxi akan dibekali beberapa chip ini yang mampu menghasilkan kekuatan komputasi sangat tinggi, mencapai ribuan triliun operasi per detik (TOPS). Teknologi ini memungkinkan mobil memahami lingkungan sekitar secara real-time, seperti mengenali jalan, kendaraan lain, dan pejalan kaki, lalu mengambil keputusan secara otomatis tanpa campur tangan manusia.

Namun, yang paling menyita perhatian publik bukanlah robotaxi, melainkan robot humanoid bernama IRON. Robot ini dirancang menyerupai manusia, baik dari segi bentuk tubuh, gerakan, hingga fleksibilitasnya. IRON memiliki puluhan sendi dan struktur seperti tulang serta otot buatan yang membuatnya bisa bergerak dengan sangat halus, bahkan terlihat “hidup”.

Kehalusan gerakan robot ini justru memicu kontroversi. Banyak orang di internet meragukan bahwa itu benar-benar robot, dan mengira ada manusia di dalamnya. Untuk menjawab keraguan tersebut, pendiri XPeng, He Xiaopeng, melakukan aksi ekstrem di atas panggung: ia membongkar bagian luar robot untuk menunjukkan bahwa di dalamnya benar-benar mesin, bukan manusia.

Aksi ini menjadi momen viral sekaligus bukti betapa realistisnya teknologi robot yang mereka kembangkan. Di balik “kulit” sintetisnya, IRON memiliki rangka mekanis lengkap dengan motor, sensor, dan sistem AI canggih yang memungkinkan robot merespons lingkungan secara langsung. Robot ini juga dilengkapi kemampuan memahami visual dan menerjemahkannya menjadi gerakan, sehingga bisa berinteraksi dengan dunia nyata layaknya manusia.

XPeng tidak hanya ingin membuat robot yang bisa bekerja, tetapi juga robot yang bisa berinteraksi secara emosional. Dalam pengembangannya, robot humanoid ini dirancang agar mampu berperilaku seperti manusia, termasuk gerakan yang natural dan kemungkinan interaksi sosial di masa depan. Hal ini menjadi pembeda dengan banyak robot lain yang lebih fokus pada fungsi industri.

Selain itu, robot ini juga menggunakan baterai solid-state yang lebih aman dan efisien, serta sistem AI yang terintegrasi dengan teknologi yang sama seperti pada kendaraan otonom mereka. Ini menunjukkan bahwa XPeng membangun ekosistem teknologi yang saling terhubung, mulai dari mobil, robot, hingga sistem AI inti yang menggerakkan semuanya.

Ambisi XPeng tidak berhenti di situ. Mereka bahkan mulai memposisikan diri bukan lagi sebagai perusahaan otomotif, tetapi sebagai perusahaan teknologi AI global. Dalam strategi jangka panjangnya, robotaxi dan robot humanoid akan menjadi bagian penting dari bisnis mereka, terutama dalam menghadapi persaingan ketat di industri kendaraan listrik.

Jika rencana ini berjalan lancar, dalam beberapa tahun ke depan kita mungkin akan melihat robot yang bekerja berdampingan dengan manusia, bahkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, seperti membantu pekerjaan, melayani pelanggan, atau menjadi asisten pribadi.

Namun, di balik semua kecanggihan ini, masih ada pertanyaan besar: apakah teknologi ini benar-benar siap digunakan secara luas? Meski terlihat mengesankan, robot humanoid saat ini masih dalam tahap pengembangan dan belum sepenuhnya mampu menggantikan manusia dalam banyak tugas kompleks.

Meski begitu, langkah XPeng menunjukkan satu hal yang jelas: batas antara manusia dan mesin semakin kabur. Dan di masa depan, kita mungkin akan hidup berdampingan dengan robot yang tidak hanya cerdas, tetapi juga terlihat dan bergerak seperti manusia.

 

Di Buat Oleh: Y.M.G

Editor : ALengkong
#xpeng #robot AI #China #robot