Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Figure AI dan Era Baru Robot Humanoid yang Bisa Bekerja 24 Jam Nonstop

ALengkong • Rabu, 20 Mei 2026 | 15:02 WIB
Figure AI
Figure AI
mpmeta

 

Manadopost.id - Perkembangan robot humanoid kini memasuki fase baru yang jauh lebih serius dibanding beberapa tahun lalu. Jika sebelumnya robot humanoid hanya dikenal lewat demonstrasi berjalan, menari, atau mengangkat barang sederhana, kini perusahaan teknologi asal Amerika Serikat bernama Figure AI mulai menunjukkan kemampuan robot yang benar-benar dipakai untuk pekerjaan industri nyata. Dalam demonstrasi terbaru mereka, robot humanoid Figure AI berhasil bekerja selama lebih dari 24 jam tanpa henti untuk menyortir paket secara otomatis. Pencapaian ini langsung menjadi perhatian besar di dunia teknologi karena dianggap sebagai langkah penting menuju otomatisasi tenaga kerja masa depan.

Demonstrasi yang Awalnya Hanya Direncanakan Selama 8 Jam

Figure AI awalnya hanya ingin melakukan uji coba kerja robot selama delapan jam penuh, setara dengan satu shift kerja manusia normal di pabrik atau gudang logistik. Dalam siaran langsung tersebut, beberapa robot humanoid Figure AI ditugaskan memindahkan dan menyortir paket secara mandiri di atas conveyor belt. Namun karena tidak ditemukan gangguan besar atau kegagalan sistem selama pengujian berlangsung, perusahaan memutuskan untuk terus melanjutkan operasi robot hingga akhirnya melewati angka 24 jam nonstop.

Robot Bob, Frank, dan Gary Menjadi Sorotan Internet

Selama livestream berlangsung, penonton internet mulai memberi nama pada robot-robot tersebut, yaitu Bob, Frank, dan Gary. Ketiga robot ini menjadi viral karena mampu bekerja terus menerus sambil mempertahankan ritme kerja yang stabil seperti manusia. Banyak pengguna media sosial bahkan menonton livestream itu selama berjam-jam hanya untuk melihat apakah robot akan mengalami kesalahan besar atau kehabisan tenaga. Popularitas livestream ini memperlihatkan bagaimana masyarakat kini mulai benar-benar penasaran terhadap perkembangan robot humanoid modern.

Menggunakan Sistem AI Helix-02

Semua robot humanoid dalam demonstrasi ini berjalan menggunakan sistem kecerdasan buatan bernama Helix-02. Sistem ini memungkinkan robot mengenali bentuk paket, membaca orientasi barcode, menentukan posisi barang, lalu memindahkannya ke tempat yang tepat tanpa bantuan manusia. Robot hanya mengandalkan kamera dan sistem AI internal untuk memahami lingkungan di sekitarnya. Teknologi seperti ini dianggap penting karena membuat robot tidak perlu diprogram ulang untuk setiap jenis paket baru yang muncul.

Kecepatan Robot Mulai Mendekati Pekerja Manusia

Menurut data yang dibagikan perusahaan dan beberapa media teknologi, robot Figure AI mampu menyortir paket dalam waktu sekitar 2,6 hingga 3 detik per barang. Angka tersebut mulai mendekati kecepatan kerja manusia di gudang logistik modern. Dalam operasi awal delapan jam, robot berhasil menangani lebih dari 6.000 paket, lalu meningkat menjadi puluhan ribu paket ketika operasi diperpanjang hingga lebih dari sehari penuh.

Lebih dari 28.000 Paket Berhasil Diproses

Saat pengujian telah melewati 24 jam, Figure AI mengumumkan bahwa robot mereka berhasil memproses lebih dari 28.000 paket tanpa intervensi manusia. Dalam pengembangan selanjutnya, jumlah itu bahkan terus bertambah hingga mendekati puluhan ribu paket lagi ketika livestream masih berlangsung. Pencapaian ini dianggap penting karena sebelumnya banyak pihak meragukan apakah robot humanoid mampu bekerja dalam jangka panjang tanpa mengalami error besar atau kerusakan sistem.

Robot Bisa Bergantian Mengisi Daya Secara Otomatis

Salah satu hal menarik dari demonstrasi ini adalah cara robot menangani daya baterai. Ketika satu robot perlu mengisi ulang baterai, robot lain langsung menggantikannya sehingga alur kerja tidak berhenti. Sistem pergantian seperti ini membuat operasi dapat berjalan terus menerus tanpa downtime panjang. Konsep tersebut dianggap mirip seperti pergantian shift pekerja manusia, tetapi dilakukan secara otomatis antar robot.

Banyak Orang Kagum, Tetapi Ada Juga yang Skeptis

Walaupun banyak orang terkesan dengan kemampuan robot Figure AI, sebagian pengamat teknologi dan komunitas internet tetap mempertanyakan apakah semua proses benar-benar sepenuhnya otonom. Beberapa penonton livestream merasa ada gerakan robot yang terlihat aneh atau terlalu lambat pada momen tertentu sehingga memunculkan dugaan adanya bantuan manusia dari jarak jauh. Diskusi tentang kemungkinan teleoperation atau kendali manusia memang cukup ramai di media sosial dan forum teknologi.

Figure AI Menegaskan Tidak Ada Bantuan Manusia

CEO Figure AI, Brett Adcock, menegaskan bahwa robot mereka bekerja secara penuh menggunakan AI tanpa kontrol manusia langsung. Ia menyebut pencapaian lebih dari 24 jam operasi tanpa kegagalan sebagai “wilayah baru” bagi robot humanoid modern. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya membuat robot bisa bergerak, tetapi membuat robot mampu bekerja secara stabil dalam waktu sangat lama di lingkungan kerja nyata.

Fokus Utama Ada pada Stabilitas dan Konsistensi

Dalam dunia industri, kemampuan bekerja lama secara stabil jauh lebih penting dibanding sekadar demonstrasi gerakan keren. Robot humanoid sebelumnya sering mampu melakukan aksi menarik selama beberapa menit, tetapi gagal ketika harus melakukan tugas berulang selama berjam-jam. Karena itu, keberhasilan Figure AI mempertahankan operasi nonstop dianggap sebagai langkah besar menuju pemakaian robot secara komersial di gudang dan pabrik.

Robot Humanoid Diprediksi Akan Masuk ke Gudang dan Pabrik Lebih Dulu

Para analis melihat bahwa gudang logistik dan pabrik akan menjadi tempat pertama penggunaan besar-besaran robot humanoid. Pekerjaan seperti menyortir paket, memindahkan barang, atau memeriksa barcode dianggap cocok untuk otomatisasi karena tugasnya berulang dan membutuhkan stamina tinggi. Robot humanoid dinilai memiliki keunggulan dibanding mesin biasa karena bentuk tubuhnya mirip manusia sehingga bisa bekerja di lingkungan yang sudah dirancang untuk pekerja manusia tanpa renovasi besar.

Persaingan Robot Humanoid Semakin Panas

Keberhasilan Figure AI juga memperlihatkan bahwa persaingan industri robot humanoid semakin ketat. Banyak perusahaan teknologi kini berlomba mengembangkan robot pekerja, termasuk perusahaan besar seperti Tesla dengan Optimus serta startup robotika lain di Amerika, China, dan Eropa. Industri ini diperkirakan akan menjadi salah satu bisnis teknologi terbesar dalam beberapa dekade mendatang karena perusahaan mulai mencari solusi otomatisasi tenaga kerja.

Kekhawatiran Soal Masa Depan Pekerjaan Manusia

Di balik kemajuan teknologi ini, muncul juga kekhawatiran tentang dampaknya terhadap lapangan kerja manusia. Jika robot benar-benar mampu bekerja 24 jam nonstop tanpa lelah, perusahaan tentu bisa menghemat biaya tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun di sisi lain, banyak ahli menilai robot humanoid masih belum cukup sempurna untuk menggantikan manusia sepenuhnya, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan fleksibilitas tinggi, kreativitas, dan pengambilan keputusan kompleks.

Figure AI Ingin Membangun “Spesies Baru” Robot Cerdas

Figure AI sendiri memiliki visi yang sangat ambisius. Perusahaan ini tidak hanya ingin membuat robot pekerja biasa, tetapi ingin menciptakan robot humanoid yang bisa belajar, berbagi pengetahuan, dan beradaptasi seperti manusia. Dalam beberapa demonstrasi lain, robot mereka bahkan sudah mampu bekerja sama membersihkan ruangan dan merapikan tempat tidur secara kolaboratif tanpa instruksi detail dari manusia.

Penutup

Demonstrasi robot humanoid Figure AI yang mampu bekerja lebih dari 24 jam nonstop menjadi salah satu momen penting dalam perkembangan teknologi robotika modern. Walaupun masih ada kritik dan keraguan mengenai kesiapan teknologi ini untuk penggunaan massal, pencapaian tersebut tetap menunjukkan bahwa robot humanoid kini mulai bergerak dari sekadar proyek eksperimen menuju alat kerja nyata di dunia industri. Jika perkembangan AI dan perangkat keras terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan, bukan tidak mungkin robot humanoid akan menjadi pemandangan biasa di gudang, pabrik, bahkan kehidupan sehari-hari manusia.

 
 
Editor : ALengkong
#robot 2026 #teknologi 2026 #robot AI #Teknologi #robot