MANADOPOST.ID – Pengembangan wisata di Talawaan kini mulai bergeser ke arah pengalaman wisata berbasis petualangan.
Tidak lagi hanya bertumpu pada panorama alam, Air Terjun Tunan diarahkan menjadi ruang aktivitas wisata yang lebih dinamis dengan konsep adventure tourism yang menyasar wisatawan pencari pengalaman.
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis Talawaan) melihat potensi tersebut sebagai peluang baru untuk memperluas daya tarik destinasi.
Wakil Ketua Pokdarwis Dirrel Lukye menyebut karakter alam Tunan memungkinkan pengembangan wisata yang lebih interaktif.
“Air Terjun Tunan tidak hanya untuk dinikmati secara visual, tetapi juga bisa menjadi ruang aktivitas wisata berbasis petualangan,” ujar kreator ini.
Sejumlah fasilitas pendukung mulai disiapkan, termasuk jalur canyonering, area camping, hingga rencana pengembangan wahana tambahan seperti flying fox. Penguatan akses dan penataan kawasan juga dilakukan untuk mendukung aktivitas wisata berbasis pengalaman.
Pengembangan ini mendapat dukungan melalui kerja sama dengan Bank Indonesia yang memberikan hibah Rp110 juta untuk penguatan ekosistem wisata berbasis masyarakat.
Menurut Dirrel, dana tersebut difokuskan untuk membangun infrastruktur yang menunjang aktivitas wisata petualangan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung.
“Kami dorong konsep wisata yang lebih aktif. Jadi bukan hanya datang dan melihat, tapi juga beraktivitas di kawasan air terjun,” katanya.
Di sisi lain, pola keterlibatan masyarakat ikut berubah.
Warga kini tidak hanya terlibat dalam layanan dasar, tetapi juga mulai masuk ke sektor pengelolaan aktivitas wisata dan ekonomi kreatif yang berkembang di sekitar lokasi.
Meski begitu, tantangan pengelolaan tetap muncul, terutama pada kesiapan sumber daya manusia dalam menangani wisata berbasis aktivitas yang membutuhkan standar keselamatan lebih tinggi.
Selain sisi petualangan, Talawaan juga memiliki lanskap pendukung seperti persawahan dan situs sejarah “Penaan” yang berpotensi dikembangkan sebagai paket wisata terintegrasi antara alam, budaya, dan edukasi.
Dari sisi ekonomi, peningkatan aktivitas wisata mulai mendorong perputaran usaha kecil dan keterlibatan komunitas kreatif lokal dalam promosi digital destinasi.
Ke depan, Pokdarwis menargetkan Talawaan masuk dalam jajaran desa wisata unggulan nasional dengan positioning kuat di segmen wisata petualangan berbasis komunitas.
Dirrel menegaskan, arah pengembangan ini bukan sekadar membangun fasilitas, tetapi membentuk karakter destinasi yang punya identitas jelas.
“Kami ingin Talawaan dikenal sebagai destinasi petualangan yang lahir dari desa,” kuncinya. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos