Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pola Kebahagiaan Berubah, Kini Gen Z Justru Jadi Kelompok Paling Tidak Bahagia

ALengkong • Selasa, 7 Juli 2026 | 17:31 WIB
Ilustrasi kekhawatiran dan kelelahan mental yang kerap dialami gen z saat ini. (doc: Freepik)
Ilustrasi kekhawatiran dan kelelahan mental yang kerap dialami gen z saat ini. (doc: Freepik)

Sebuah studi terbaru mengungkap fakta yang berbeda dari anggapan umum selama ini: orang dewasa muda, termasuk Generasi Z (Gen Z), kini justru menjadi kelompok usia dengan tingkat kebahagiaan paling rendah.

Dalam laporannya mengenai studi tersebut, jurnalis The New York Times Well, Christina Caron, menjelaskan bahwa kelompok usia muda tidak hanya merasa kurang bahagia. Mereka juga menilai hubungan sosial yang dimiliki tidak lagi sekuat sebelumnya, sekaligus merasa tujuan hidup mereka semakin berkurang. Kondisi ini membuat banyak dari mereka merasa tidak benar-benar berkembang atau flourishing.

Fenomena ini disebut mulai terlihat seiring Gen Z memasuki usia dewasa, yang membuat pola kebahagiaan berdasarkan usia turut bergeser. Melansir YourTango, Jumat (3/7/2026), studi tersebut menemukan bahwa orang dewasa muda kini menjadi kelompok yang paling tidak bahagia, berbeda dari pola yang selama ini dikenal.

Jika sebelumnya usia muda dianggap sebagai puncak kebahagiaan, kini tingkat kebahagiaan justru cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, tanpa lagi mengalami penurunan pada usia paruh baya seperti pola yang selama ini berlaku. Menurut studi tersebut, pola kebahagiaan berbentuk kurva U yang selama ini dikenal luas kini mulai menghilang.

Para peneliti menemukan bahwa kelompok usia di bawah 45 tahun mengalami penurunan tingkat kebahagiaan dalam beberapa tahun terakhir, dengan perubahan paling jelas terjadi pada periode 2019 hingga 2024.

Meski demikian, hingga kini para peneliti belum dapat memastikan satu faktor utama yang menjadi penyebab memburuknya kesehatan mental kelompok muda dibandingkan kelompok usia yang lebih tua. Yang jelas, menurut mereka, perubahan pola kebahagiaan ini sebenarnya sudah mulai terlihat bahkan sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Editor : ALengkong
##lifestyle ##gen z