Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Psikolog: Lingkungan Keluarga yang Sehat Bantu Bangun Ketahanan Mental Anak

ALengkong • Kamis, 16 Juli 2026 | 12:50 WIB
Ilustrasi keluarga bahagia (doc: Freepik)
Ilustrasi keluarga bahagia (doc: Freepik)

MANADOPOSTID - Psikolog klinis Meiri Dias Tuti, M.Psi., Psikolog, menyampaikan bahwa membangun ketahanan mental pada anak perlu dimulai dengan menghadirkan lingkungan yang sehat dan kondusif di dalam keluarga. Saat dihubungi dari Jakarta, Rabu, psikolog yang tergabung dalam Asosiasi Psikolog Sekolah Indonesia di bawah Himpunan Psikologi Indonesia itu menjelaskan bahwa keluarga merupakan pendidikan informal sekaligus yang utama bagi anak.

"Sehingga keluarga, orang tua yang mau mendapatkan anak yang punya kesehatan mental yang baik tentu saja harus harmonis orang tuanya, harus bisa memberikan lingkungan yang aman dan nyaman di rumah," kata Meiri. Selain itu, ia menambahkan bahwa pemberian makanan yang bergizi dan sehat juga turut membantu kesehatan mental maupun perkembangan otak anak.

Menurut Meiri, pendidikan yang utama dan pertama bagi anak berasal dari rumah, terutama terkait kebiasaan yang perlu dibangun berkaitan dengan adab. Dalam hal ini, ketika orang tua menyekolahkan anak, tindakan tersebut dinilainya sebagai bentuk mendelegasikan tugas kepada sekolah untuk sementara waktu, bukan menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya.

"Kalau mau membangun adab yang baik, ya kita pasti pilih sekolah yang bagus sistemnya, yang cocok dengan visi misi keluarga, juga menekankan penanaman karakter dan nilai moral selain akademik. Itu juga ditunjang dengan pendidikan di dalam keluarga," imbuhnya. Hal itu, menurutnya, perlu didukung dengan pendidikan di dalam keluarga, seperti membangun keteraturan, komunikasi dengan orang tua, pemenuhan kebutuhan kasih sayang dan rasa aman, serta menjaga kesehatan mental anak di rumah. Ia menambahkan bahwa anak juga perlu diajarkan adab yang baik berdasarkan nilai-nilai sosial, budaya, dan ajaran agama masing-masing.

Meiri turut menekankan bahwa membangun ketahanan mental anak juga melibatkan peran pihak sekolah, misalnya melalui proses observasi oleh guru terhadap perilaku anak di sekolah, ada tidaknya kendala tertentu, hingga penilaian apakah anak memerlukan bantuan profesional agar dapat beradaptasi dengan baik. Psikolog yang juga tergabung dalam Ikatan Psikologi Klinis (IPK) Wilayah Jawa Timur ini mengatakan, jika anak menunjukkan perilaku mogok sekolah, ketakutan atau kecemasan berlebihan, maupun tidak lagi bisa berinteraksi dengan orang lain bahkan di lingkungan baru, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental.

"Tidak ada salahnya untuk orang tua mencari bantuan pada profesional kesehatan mental untuk bisa men-skrining apakah anak kita ada gangguan atau tidak. Dari situ biasanya dapat solusi atau saran dari profesional tentang bagaimana membangun ketahanan mental anak kita," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengingatkan para pendidik dan orang tua bahwa kecerdasan akademik seorang anak akan bernilai nol jika tidak diimbangi dengan kesehatan fisik serta mental yang prima. Pratikno menyerukan perwujudan empat "Ruang Aman dan Nyaman" bagi anak, yakni keluarga sebagai pilar kasih sayang, satuan pendidikan yang meliputi sekolah, madrasah, dan pesantren, ruang publik yang melibatkan peran para kepala daerah, serta ruang digital yang aman dan nyaman.

Editor : ALengkong
Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5651163/lingkungan-sehat-keluarga-bantu-membangun-ketahanan-mental-anak
#keluarga #anak #mental