MANADOPOST.ID– Koleksi action figure kini bertransformasi dari sekadar hobi memajang mainan menjadi simbol gaya hidup sekaligus bentuk investasi alternatif yang mulai digandrungi kalangan remaja dan anak muda di Indonesia.
Rak-rak berisi figur karakter dari berbagai waralaba populer kini menjadi pemandangan umum di kamar para kolektor muda, dengan kisaran harga mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah tergantung tingkat kelangkaan dan detail produksinya.
Salah satu contoh nyata datang dari pengalaman seorang kolektor yang membeli action figure sistem pre-order seharga Rp450 ribu, namun kini nilainya melonjak hingga mencapai Rp2,5 juta karena sifat produksinya yang terbatas.
Terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi kenaikan harga action figure di pasar sekunder, dengan popularitas franchise menjadi salah satu penentu utama, semakin dikenal luas sebuah waralaba maka semakin tinggi pula potensi kenaikan harga action figure-nya.
Selain popularitas, faktor kelangkaan turut berperan besar dalam menentukan nilai jual kembali sebuah figur, di mana produksi dalam jumlah terbatas otomatis membuat harga di pasaran cenderung lebih cepat naik dibanding figur produksi massal.
Kondisi packaging asli suatu action figure juga disebut turut menambah nilai jual saat figur tersebut hendak dijual kembali, sehingga banyak kolektor sengaja mempertahankan kotak kemasan tetap utuh meski figur di dalamnya tidak pernah dikeluarkan untuk dipajang.
Dari sisi sejarah, tren mengoleksi action figure sebenarnya lebih dulu dipopulerkan Jepang lewat seri ikonik seperti Gundam dan Ultraman, sebelum akhirnya diikuti pola serupa oleh berbagai waralaba Barat yang kini turut mendominasi pasar global.
Di Indonesia sendiri, tren jual beli action figure bertema anime tercatat meningkat pesat dalam lima tahun terakhir, baik melalui marketplace, toko daring khusus, maupun distributor resmi.
Berbagai jenis figur, mulai dari action figure superhero, karakter anime, hingga koleksi kartu premium, menjadi incaran para kolektor di Indonesia, mengingat kualitas produksi, tingkat detail, serta nilai koleksinya yang terus meningkat seiring waktu.
Bagi calon kolektor yang ingin menjadikan action figure sebagai instrumen investasi, sejumlah tips umum kerap disarankan, di antaranya memilih seri edisi terbatas atau limited edition, karena jumlah produksi yang sedikit cenderung mempercepat kenaikan harga jual kembali.
Selain seri limited edition, action figure yang memiliki nilai historis, biasanya berasal dari seri keluaran lama yang sudah tidak diproduksi lagi, juga dinilai berpeluang besar mendatangkan keuntungan bagi kolektor yang sabar menyimpannya dalam jangka panjang.
Fenomena ini turut mendorong tumbuhnya komunitas kolektor di berbagai kota di Indonesia, yang menjadi wadah berbagi informasi seputar rilisan baru, harga pasar terkini, hingga cara membedakan produk asli dan tiruan agar terhindar dari kerugian saat membeli maupun menjual koleksi.
Komunitas-komunitas tersebut juga kerap menggelar aktivitas bersama seperti sesi berbagi tips penyimpanan, kolaborasi pembelian figur berukuran besar secara patungan, hingga event pamer koleksi dan kompetisi foto action figure yang semakin diminati.
Dengan kombinasi antara nilai emosional sebagai penggemar dan potensi keuntungan finansial, koleksi action figure kini dipandang sebagai bentuk investasi alternatif yang menarik, meski tetap membutuhkan pengetahuan dan kesabaran layaknya instrumen investasi pada umumnya.
Editor : ALengkong