MANADOPOSTID - Banyak orang menganggap bahwa memiliki tubuh langsing otomatis berarti bebas dari ancaman kolesterol tinggi dan penyakit jantung. Anggapan ini ternyata keliru, menurut dr. Susetyo Atmojo, Sp.JP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang tergabung dalam PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia).
Dalam sebuah sesi diskusi kesehatan di Jakarta, ia menjelaskan bahwa berat badan yang tergolong ideal tidak serta-merta mencerminkan kondisi kesehatan jantung seseorang. Faktanya, tidak sedikit orang bertubuh kurus yang saat diperiksa justru memiliki kadar LDL, atau yang dikenal sebagai kolesterol jahat, dalam jumlah tinggi.
Data dari berbagai studi populasi bahkan menunjukkan angka yang cukup mengejutkan, yaitu sekitar 25 persen orang dengan tubuh kurus ternyata membawa berbagai faktor risiko kardiovaskular sekaligus. Artinya, penampilan fisik saja tidak cukup untuk menilai kesehatan jantung seseorang.
Menurut Susetyo, yang jauh lebih penting untuk diperhatikan adalah profil risiko individu, khususnya kadar LDL dalam darah, bukan sekadar angka di timbangan. Ia mengungkapkan bahwa orang kurus dengan LDL tinggi memiliki peluang dua hingga tiga kali lipat lebih besar mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah dibandingkan mereka yang kurus dengan kadar LDL normal.
Ada beberapa hal yang bisa memicu kondisi ini pada orang bertubuh kurus, di antaranya faktor keturunan seperti familial hypercholesterolemia, kebiasaan makan makanan berminyak, minimnya aktivitas fisik, serta penumpukan lemak di area perut atau yang dikenal sebagai obesitas sentral.
Menariknya, obesitas sentral ini bisa saja dialami orang dengan indeks massa tubuh (IMT) yang tergolong normal. Patokannya bukan berat badan, melainkan lingkar pinggang. Jika melebihi 90 cm pada pria Asia atau 80 cm pada perempuan Asia, kondisi tersebut sudah masuk kategori berisiko.
Yang membuat kondisi ini semakin perlu diwaspadai adalah sifatnya yang nyaris tanpa gejala. Kebanyakan orang dengan kolesterol tinggi tidak merasakan keluhan apa pun, sehingga banyak yang tidak sadar dirinya sebenarnya berada dalam kelompok berisiko. Satu-satunya cara memastikannya adalah dengan menjalani pemeriksaan kolesterol secara berkala.
Susetyo pun mengingatkan pentingnya deteksi dini, khususnya untuk kadar LDL, agar penumpukan plak di pembuluh darah, yang dikenal dengan istilah aterosklerosis dan bisa berujung pada serangan jantung maupun stroke, dapat dicegah sejak awal.
Editor : ALengkongSumber : https://www.antaranews.com/berita/5662483/tubuh-kurus-bukan-jaminan-bebas-kolesterol-tinggi?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right